MARABAHAN,Teladankalimantan.com-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Barito Kuala (Kadis PUPR Batola) Akhdiyat Sabari menyebutkan, pertumbuhan ekonomi daerah sangat bergantung pada kualitas infrastruktur yang tersedia.
“Infrastruktur merupakan serangkaian kegiatan dalam rangka pelaksanaan konstruksi untuk pertumbuhan ekonomi. Alhamdulillah, pada visi-misi Bupati Batola bapak Bahrul Ilmi dan pak Herman, infrastruktur tetap menjadi bagian utama. Kali ini infrastruktur yang ingin saya sampaikan adalah tentang jalan,” ujar Akhdiyat, saat bertindak sebagai Pembina Upacara di Halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Batola, Senin (13/04/2026).
Menurut dia, jalan ditangani oleh Kabupaten Batola mencapai 750 kilometer, namun saat ini masih terdapat 560 kilometer jalan berstatus belum mantap.
Untuk standar layanan jalan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, jelas dia, idealnya memiliki parameter kecepatan minimal 60 kilometer per jam.
“Masih ada kurang lebih 560 kilometer belum bisa kita tangani dengan baik. Untuk itu, saya selaku pimpinan Dinas PUPR memohon maaf. Mudah-mudahan ke depannya akan jauh lebih baik,” tegas Akhdiyat.
Dia menambahkan, pihaknya terus menerima arahan dari bupati mengenai pentingnya meningkatkan kualitas jalan di tengah tanggungan beban jalan belum mantap.
Diterangkannya, ketika target 560 kilometer tersebut masuk dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah), maka hal itu menjadi hipotesis yang harus dijawab dengan peningkatan kualitas sebagai antitesisnya.
“Jika dua parameter ini digabungkan, maka terjadilah yang disebut dengan intermati perbolik. Titik pertemuan antara kualitas dan panjang jalan yang bisa ditangani dengan dasar garis X berupa biaya, di situlah terbuka peluang untuk inovasi. Bapak bupati juga memberikan pertimbangan untuk menggunakan galam kacapuri sebagai upaya menghubungkan garis tersebut,” jelasnya.
Akhdiyat mengapresiasi arahan pimpinan dan membuka peluang diskusi bagi pihak-pihak yang memiliki kemampuan untuk menerjemahkan inovasi tersebut, termasuk kolaborasi dengan Bapperida.
Selain inovasi teknis, papar dia, Dinas PUPR juga menyoroti kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, mulai dari alat, bahan hingga manajemen, salah satu kebutuhan mendesak saat ini adalah ahli hukum kontrak.
Oleh karena itu, dia menawarkan, kepada ASN Pemkab Batola untuk bergabung di DPUPR.
“Dinas PU sampai saat ini belum memiliki ahli hukum kontrak. Untuk itu, kami membuka peluang kepada bapak dan ibu sekalian yang berminat bekerja di bidang infrastruktur untuk bisa kami rekrut dan latih. Lulusan Sarjana Hukum maupun Sarjana Ekonomi bisa bergabung jika berminat membuka cakrawala kerja yang lebih menantang,” tandasnya.
Mengakhiri amanatnya, Akhdiyat menegaskan, Dinas PUPR masih memerlukan banyak tenaga ahli di bidang konstruksi sipil, khususnya spesialisasi jalan, jembatan dan bangunan.
“Kepada Bapak dan Ibu yang memiliki latar belakang Sarjana Teknik Sipil, baik itu Teknik Sipil Kering maupun Teknik Sipil Basah, mudah-mudahan bisa bergabung bersama kami di Dinas PUPR,” demikian pungkasnya.(red/diskominfo batola)















