Kuala Kapuas – Tradisi Banama Hai menjadi bagian penting dalam kemeriahan Pesta Kahanjak yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas dan HUT ke-75 Pemerintah Kabupaten Kapuas, Senin (6/4/2026).
Kegiatan budaya tahunan ini menampilkan sejumlah rangkaian adat, di antaranya Banama Hai, Nambang Tamuei Mantir Hai, serta Nakep Pangaja Salutuan Raja Kapuas 2026.
Bupati Kapuas H. M. Wiyatno bersama istri menaiki Banama Hai dari Pelabuhan Huma Betang Manggatang Utus Sei Pasah menuju Pelabuhan KP3. Rombongan juga diikuti sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda.
Banama Hai yang dihiasi ornamen khas Dayak menjadi pusat perhatian masyarakat. Sepanjang perjalanan, disuguhkan tarian tradisional dan prosesi adat, termasuk pemasangan uang pada Sakai Kambang.
Suasana semakin meriah saat Bupati bersama rombongan dan masyarakat ikut menari Manasai, menunjukkan kebersamaan dalam menjaga tradisi.
Puluhan kapal hias turut ambil bagian dalam konvoi di Sungai Kapuas, menciptakan pemandangan spektakuler yang disaksikan warga di sepanjang bantaran sungai.
Menjelang puncak acara, Banama Hai melakukan manuver dengan berputar sebanyak tiga kali sebelum mendekati pelabuhan. Momen paling ditunggu pun terjadi saat tradisi saling lempar batang dilakukan, menggambarkan semangat kebersamaan dalam balutan simbolik.
Plt Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kapuas, Budi Kurniawan, menegaskan bahwa Pesta Kahanjak merupakan agenda rutin sebagai bentuk pelestarian budaya daerah.
“Kegiatan ini tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna dalam menjaga warisan budaya lokal,” pungkasnya. (nas)

























