KUALA KAPUAS, teladankalimantan.com—Kemarau yang berkepanjangan serta minimnya curah hujan mengakibatkan hutan dan lahan sebahagian besar di wilayah Kalimantan Tengah mengalami kekeringan dan pada fase ini kecendrungan terdeteksi muncul titik-titik hotspot yang disertai kebakaran hutan dan lahan.
Di Kabupaten Kapuas saja jumlah Hotspot yang terdeteksi pada Bulan September alami peningkatan tajam dibanding bulan Agustus lalu.
Sejumlah wilayah di Kabupaten Kapuas yang mengalami peningkatan jumlah titik yang cukup tajam dari Bulan Agustus antara lain, Kecamatan Mantangai, Dadahup dan Kapuas Murung.
Berikut tiga wilayah di Kabupaten Kapuas yang memiliki sebaran Hotspot terbanyak sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kapuas.
Peringkat pertama Kecamatan Mantangai dengan sebaran Hotspot yang terdeteksi 371 titik per Agustus 2023 dan meningkat tajam pada Bulan September menjadi 2811 titik,
Sementara itu, Kecamatan Dadahup pada Agustus sebanyak 333 titik dan meningkat menjadi 546 titik pada September, dan Kecamatan Kapuas Murung sebanyak 412 titk di Bulan Agustus menjadi 539 titik sebaran pada September.
Jika hingga bulan Juli -Agustus masih ada wilayah Kecamatan yang belum terdapat sebaran titik hotspot, namun pada per 30 September 2023 sebaran hotspot telah meluas ke seluruh wilayah Kecamatan meski di tiga wilayah kecamatan titk sebarannya masih di bawah 10 titik, yakni Kecamatan Selat dengan sebaran Hotspot 1 titik, Kecamatan Basarang 4 titik dan Kecamatan Kapuas Hilir dengan 5 titik.
Meski demikian, kejadian Karhutla di tiga wilayah tersebut hanya di Kecamatan Mantangai yang sedikit mengalami penurunan dari 12 kejadian Karhutla pada Agustus menjadi 2 kejadian selama di Bulan September, Kecamatan Dadahup dan Kecamatan Kapuas Murung sedikit mengalami peningkatan kejadian. masing-masing dari 12 menjadi 15 kejadia dan dari 6 meningkat menjadi 10 Kejadian.
Justru di Kecamatan Kapuas Timur yang tingkat Karhutlanya paling tinggi yaitu dari 2 kejadian menjadi 17 kejadian di Bulan September.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Sinaga mengatakan, kondisi medan yang sulit dijangkau serta minimnya peralatan pendukung membuat terhambatnya penanganan dan pemadaman Karhutla di beberapa lokasi.
“Di Kecamatan Mantangai dan Kapuas Timur bahkan terpaksa dilakukan pemadaman dari udara demi menghindari meluasnya karhutla,” kata Sinaga yang juga Ketua Harian Satgas Posko Siaga Darurat Karhutla Kabupaten Kapuas, Selasa 04/10/2023.
Lebih jauh Sinaga menerangkan, dalam pengendalian dan penanganan karhutla BPBD dibantu TNI, Polri, Satpol PP dan Damkar, Manggala Agni, OPD terkait dan para relawan.
Sinaga mengimbau agar jangan sekali-kali melakukan pembakaran lahan serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kita berharap semoga saja kemarau ini tidak berkepanjangan dan segera ada hujan,” katanya. (red/nas)














