BANJARMASIN, teladankalimantan.com-Himpunan Pengusaha Mikro Kecil Indonesia Kalimantan Selatan (Hipmikindo Kalsel) menilai banyak kegiatan wirausaha muncul hanya karena viral dan tidak bertahan lama.
“Tenggelam. Muncul lagi wirausaha viral baru. Kemudian tenggelam lagi danan terus berulang. Karena masyarakat umumnya membeli sesuatu karena perasaan, rasa ramai, rasa ikut-ikutan,” ujar Ketua Hipmikindo Kalsel Sutjipto, di Banjarmasin, Selasa (9/1/2024).
Menurut Sutjipto, idealnya supaya bisa menjadikan suatu komoditi atau usaha untuk penghasilan jangka menengah dan jangka panjang, maka rolenya diatur lagi.
Seperti adanya komunitas yang ada, sebut dia dengan organisasi yang ada tersebut dan memiliki data base.
“Katanya, sudah berhasil, sudah berpengalaman, memberikan pelatihan kepada para yunior. Yang punya modal dan tidak ada waktu berbisnis, dijadikan investornya,” terangnya.
Pemula-pemula belum punya pengalaman, ungkap dia, tapi memiliki kemampuan dan punya pemikiran besar dilatih untuk menjadi besar.
Lebih lanjut tegas Sutjipto, karena kegiatan wirausaha tidak bisa langsung jadi, tapi melalui proses dan untuk kerjasama tentunya spekulasi untuk gagal harus jadi perhatian.
“Walaupun niat awal untuk membantu sudah baik dilakukan, tetapi yang diberikan amanah tidak memiliki skill, maupun tidak memiliki pengalaman berwirausaha, maka kemungkinan gagal bisa terjadi,” demikian tutupnya.ton/jun
























