MARABAHAN, teladankalimantan.com—Setelah hampir satu bulan majelis salawat dan pengajian akbar diliburkan, karena adanya renovasi perluasan aula majelis, Ketua DPC PPP Batola DR H Bahrul Ilmi SH MH sebagai Sohibul Majelis kembali melaksanakan kegiatan tersebut pada Kamis malam (29/9).
Masyarakat dari berbagai desa maupun masyarakat sekitar tampak antusias menghadiri kegiatan, apalagi kegiatan pengajian bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang pada Kamis malam tepat memasuki hari ke 13 bulan Rabiul Awal.
Selain dihadiri masyarakat, kegiatan pengajian juga dihadiri para habieb, alim ulama, guru agama, tokoh masyarakat, kepala desa, dan para bacaleg dari DPC PPP Batola.
Tampak hadir, Guru Ahmad Mubarak, Guru Mahmudin, dan Habib Muhammad Anis Bin Salmin Bhalgaits Ba’alawy, dan pentauziah KH Abdul Wahab asal Tabukan.
H Bahrul Ilmi yang hadir bersama istri Hj Noorhayati dan keluarga mengucapkan terima kasih dengan kehadiran masyarakat karena hampir satu bulan ini tak bersua.
“Ada kerinduan mendalam, karena hampir satu bulan kita tak bisa bersalawat kepada Rasulullah, dan Alhamdulilah malam ini kita bisa bertemu kembali,” kata H Bahrul Ilmi.
Saat ini, lanjut H Bahrul, tempat majelis di DPC PPP ini sudah direnovasi dan diperluas, mudah-mudahan tempat yang baru ini membuat kita semua betah, dan terus bersemangat menggemakan Salawat kepada Rasulullah sembari mendengarkan tauziah para guru-guru agama. “Kami juga memohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan majelis ini”.


Tauziah KH Abdul Wahab
Sementara itu dalam tauziahnya KH Abdul Wahab asal Tabukan, menyampaikan tema tentang dampak ketika umat sudah meninggalkan ulama dan ahli fiqih.
Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda ”Akan datang suatu zaman kepada ummatku mereka akan menjauh dari ulama dan fuqoha, maka Allah akan menimpakan musibah kepada mereka dengan tiga hal:
Pertama, Allah akan mencabut keberkahan atas apa yang mereka usahakan, Kedua Allah akan mendatangkan kepada mereka pemimpin yang dzalim, dan ketiga Allah akan mengeluarkan mereka dari dunia tanpa iman.”

KH Abdul Wahab mengatakan, dari Hadits di atas tersurat jelas bahwa akan datang suatu masa atau zaman dimana umat manusia akan menjauh dari ulama dan fuqoha.
Mereka yang menjauhi ulama dan fuqoha tersebut tidak sadar akan dampak yang ditimbulkannya. Dampak Pertama, Allah mengangkat keberkahan dari segala usaha kita. Dampak Kedua, Allah memberikan pemimpin-pemimpin yang dzholim. Dan dampak ketiga, akan keluar dari dunia (meninggal) tanpa iman.
Pesan Guru Ahmad Mubarak
Sebelum penyampain tauziah, Guru Ahmad Mubarak menyampaikan pesan hadir di majelis ilmu.
Menuntut ilmu merupakan hal yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW sangat memperhatikan umatnya agar terus Tafaqquh Fii Diin sampai akhir hayat mereka, dan terus bersemangat untuk menghadiri majelis ilmu.
Allah SWT juga memberikan rahmat, ketenangan, dan ketentraman bagi orang-orang yang berada di majelis tersebut. Bahkan, Allah SWT menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada disekitar-Nya.
Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Menghadiri majelis ilmu lebih baik daripada sholat 1000 raka’at, menjenguk 1000 orang sakit, melayat 1000 jenazah”.
Tiga Peristiwa di Bulan Rabiul Awal
Sementara itu, Habib Muhammad Anis Bin Salmin Bhalgaits Ba’alawy dalam tauziahnya mengungkapkan pada Bulan Rabiul awal umat muslim di seluruh dunia merayakan hari lahir nabi atau maulid nabi.
Ada tiga peristiwa penting dalam bulan Rabiul Awal, pertama lahirnya Nabi Muhammad SAW, kedua Hijrahnya Nabi Muhammad SAW, dan wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Sama seperti di tempat kita, di Yaman, lanjut Habib Anies, mayoritas masyarakat Hadramaut sangat antusias menyambut bulan kelahiran Nabi, karena bagi mereka bulan ini merupakan bulan rahmat yang penuh berkah. Bahkan, mereka menjuluki bulan ini sebagai bulan Nabi Muhammad SAW.
Intinya, kata Habib Anies, dalam setiap menghadiri maulid Nabi kita niatkan hanya untuk mengharapkan syafaat Rasulullah.
Sebagaimana biasa usai pengajian tersebut dilaksanakan pengundian ibadah aqiqah bagi masyarakat yang hadir serta hadiah undian lainnya.

Untuk hadiah utama berupa lemari es diserahkan oleh Ibu Hj Noorhayati kepada Nur Badiah asal Sungai Pitung, kemudian untuk pemenang aqiqah masing-masing, Rusdi dari Puntik Luar, Diana dari Desa Ray 3, dan Murni dari Desa Tanjung Harapan, dan Riza. (red)














