MARABAHAN, teladankalimantan.com—Ribuan jemaah majelis sholawat dan pengajian akbar memadati aula DPC PPP Barito Kuala untuk melantunkan sholawat serta mendengarkan tauziah yang disampaikan oleh Guru-guru agama.
Dalam pengajian kali ini, panitia kegiatan menghadirkan pentauziah Guru H Adi Rahman, serta pembacaan sholawat yang dipimpin Guru Ahmad Mubarok, dan pembacaan tahlil oleh Al Habib Muhammad Anies Bin Salimin Balghaits Ba’alawy.
Tampak hadir dalam kegiatan pengajian tersebut Ketua DPC PPP Batola DR H Bahrul Ilmi SH MH dan keluarga serta jajaran DPC PPP Batola. Pengajian juga dihadiri para habib, guru-guru agama, alim ulama, serta tokoh masyarakat.

Sebagaimana biasa sebelum tauziah berlangsung dilaksanakan pembacaan sholawat dan puji-pujian kepada Rasulullah yang diringi oleh grup Sholawat Remaja Masjid Al Manar Pulau Sugara, Alalak Batola.
Dalam kesempatan itu, H Bahrul Ilmi, selaku Shohibul Bait mengucapkan terima kasih atas kehadiran masyarakat yang begitu antusias mengikuti kegiatan majelis sholawat dan pengajian DPC PPP Batola. H Bahrul juga menyampaikan permohonon maaf jika ada kekurangan.

“Dengan kehadiran para habib, guru guru agama kita, mudah-mudahan bisa membersihkan hati kita, dan melapangkan jalan hidup kita, dan mudah-mudahan apa yang disampaikan menjadi ilmu bermanfaat dan tuntutan dalam kehidupan kita,” katanya.
Sementara itu, Guru H Adi Rahman dalam tauziahnya menyampaikan tema tentang Hasad, salah satu penyakit hati yang paling berbahaya.
Dari Abdullah bin Mas’ud bin Malik, Rasulullah bersabda: “Tidak boleh hasad (iri) kecuali pada dua hal. Seseorang yang Allah beri harta lantas ia mampu mengelolanya dalam rangka kebenaran. Dan seseorang yang Allah beri hikmah (ilmu) lalu ia gunakan untuk memutuskan perkara dan mengamalkannya (ajarkan).”
Hasad, menurut beliau, adalah sebagaimana hadis nabi tersebut, kita dibolehkan hasad (di sini) yakni ketika orang dapat nikmat, kemudian kita ingin mengikutinya tanpa nikmat itu hilang darinya.

Tapi, yang tidak boleh adalah, hasad ketika hendak mendapatkan nikmat seperti orang tersebut, dan mengingankan nikmat itu hilang darinya.
Guru Adi Rahman mengatakan, orang yang memiliki penyakit hasad ini, lebih jahat dari Iblis dan Firaun, orang yang hatinya iri dengki akan merasa tidak nyaman dengan orang yang mendapat nikmat. Dirinya berpandangan seakan-akan Allah SWT tidak pas memberikan nikmat kepada orang tersebut.
Lantas bagaimana cara menghilangkan penyakit hasad. Yakinkan di hati, apa yang terjadi semuanya kehendak Allah SWT, sehingga hati akan terasa nyaman.
“Mudah-mudahan dengan hadir di majelis ilmu ini, sedikit demi sedikit kita bisa menghilangkan penyakit hasad yang ada di hati, dan mudah-mudahan Allah jadikan kita semua dan juriat kita suka menuntut ilmu, dan selamat dunia akhirat serta Kabul segala hajat.” pungkas Guru Adi Rahman.
Sebagaimana biasa, acara tersebut juga dirangkai dengan pembacaan tahlil dan doa yang dipimpin oleh Habib Muhammad Anies Bhalgaits Ba’alawy serta ditutup dengan pengundian doorprize, undian aqiqah, serta hadiah lainnya.
Untuk pemenang undian aqiqah masing-masing didapat oleh Reva dari Handil Bakti, Misbah dari Desa Ray 5 Tanjung Harapan, Asmi asal Jelapat Baru, Mariah asal Sungai Pitung, dan Hayatul Halimah asal_Handil Bakti.





Kemudian untuk magic jar, masing-masing, Nuriah asal _Anjir Km 16, dan Kasani_asal Desa Sungai Lumbah. Selanjutnya, kipas angin didapat oleh Isna asal_Anjir, dan Rayhan asal Tabunganen.
Dan terakhir untuk hadiah utama berupa kulkas berhasil didapat oleh H Muhammad Yusran asal Persada Tiga, Alalak. (red)














