KASONGAN, teladankalimantan.com – Panen tiga kali dalam setahun masih menjadi cita-cita besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan masyarakat Katingan. Harapan itu muncul karena potensi manfaat yang besar, mulai dari peningkatan ketahanan pangan, produktivitas pertanian, hingga kesejahteraan petani.
Anggota DPRD Katingan, Yudea Pratidina, menyebut peluang untuk mewujudkan panen tiga kali sangat terbuka. Dukungan pemerintah daerah hingga pusat berupa bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dan optimalisasi lahan pertanian sudah ada. Namun, menurutnya, realisasi di lapangan tidak semudah yang dibayangkan.
“Selain kesiapan petani, banyak faktor lain yang menentukan. Mulai dari modal, pengalaman bertani, ketersediaan infrastruktur pengairan, hingga pengetahuan teknologi pertanian. Ditambah lagi faktor lingkungan dan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi,” ujar legislator dari PDI Perjuangan itu, Sabtu (13/9), di kediamannya.
Ia menambahkan, salah satu kendala lain adalah ketidakteraturan waktu tanam petani. Hal ini menyebabkan jadwal panen tidak bisa serempak. Belum lagi ancaman serangan hama yang kerap mengganggu lahan pertanian. Dari total sekitar 4.800 hektare lahan pertanian di Katingan, pola penanaman dan panen bersama nyaris belum pernah terjadi.
Padahal, lanjut Yudea, jika panen tiga kali bisa terwujud, manfaatnya akan jauh lebih besar dibanding dua kali panen. Pasokan pangan meningkat, hasil produksi bertambah, dan pendapatan petani otomatis naik.
Menurutnya, peluang untuk mencapai target itu paling besar di wilayah Kecamatan Katingan Kuala. Syaratnya, seluruh faktor pendukung harus terpenuhi, mulai dari kesiapan lahan, ketersediaan bibit unggul, pupuk yang cukup, sistem pengairan yang memadai, hingga keserentakan waktu tanam.
“Kalau semua ini bisa terpenuhi, saya yakin tiga kali panen setahun bukan hanya mimpi, tetapi bisa benar-benar terwujud di ribuan hektare lahan pertanian Katingan,” tegas Yudea Pratidina, wakil rakyat dari Dapil Katingan II yang meliputi Kecamatan Katingan Kuala, Mendawai, Kamipang, dan Tasik Payawan. (red














