BANJARMASIN, teladankalimantan.com-Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan memastikan stok bahan pokok di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran di Kalimantan Selatan aman.
Kepala Disdag Kalsel H Birhasani, kepada media, Kamis (6/4), menyebutkan di Bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1444 H ini, tugas pihaknya yang paling utama adalah menjaga ketersedian bahan pokok agar stabil.
Berdasarkan data per Senin lalu, Alhamdulillah dari sebelas bahan pokok yang ditetapkan pemerintah bisa dikatakan aman untuk Kalimantan Selatan kecuali hanya beras yang memang menjadi masalah nasional yang stoknya tidak dalam jumlah melimpah, tapi masih cukup sampai selesai Idul Fitri, dan Insya Allah tidak ada masalah.
Menurut Birhasani, beras lokal dalam tiga hari terakhir mengalami kenaikan antara Rp800-1300 per kilo. Beras tersebut khusus beras Banjar seperti siam, unus, dan beras mutiara. Kenaikan ini lebih disebabkan produksi yang kurang di tingkat petani.
Meski dalam kondisi kenaikan sekarang ini, masyarakat sudah beralih ke jenis beras lain seperti dari Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Barat.
Selain itu, para pedagang dan distributor beras juga sudah mendatangkan beras-beras tersebut untuk memenuhi kebutuhan. Kemudian masyarakat kini sudah menyesuaikan seleranya, sehingga mau tak mau masyarakat lebih memilih beras dari luar yang harganya cukup murah dari beras lokal.
“Beras dari luar ini mulai ramai dibeli masyarakat kita. Selain itu, kita juga tertolong oleh Bulog yang menyediakan kebutuhan beras untuk Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Tidak hanya beras, cabe juga alami kendala, sebab kebutuhan cabe cukup tinggi, namun masih bisa diatasi. Suplai dari Kalsel masih berjalan 2-3 ton per hari, sehingga segar terus, namun persoalannya, cabe tidak bisa disetok. “Pasokan cabe ini antara lain dari Jawa dan Sulawesi,” pungkas Birhasani. (ar)














