JAKARTA, teladankalimantan.com- Presiden Joko Widodo (Widodo) melepas keberangkatan jenazah istri Kepala Staf Presiden Moeldoko, Koesni Harningsih, ke pemakaman. Jenazah Koesni bakal dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Bahagia, Tangerang Selatan.
Di rumah duka yang berlokasi di Jalan Terusan Lembang Nomor D54, Menteng, Jakarta Pusat, jenazah Koesni digiring keluar dari rumah duka pada pukul 12.30 WIB. Personel militer serentak mengangkat peti jenazah beserta foto Koesni.
Moeldoko beserta keluarga mengiringi jenazah dari belakang. Moeldoko yang memakai baju putih dengan mengenakan peci berjalan sambil memberi salam namaste kepada para pelayat.
Tak lama setelah Moeldoko, Jokowi bersama Iriana keluar dari dalam rumah duka. Jokowi pun berjalan ke depan mobil ambulans sambil melepas kepergian Koesni.
Pada 12.45 WIB, Mobil jenazah pun diberangkatkan ke pemakaman. Sejumlah mobil mengiringi mobil jenazah tersebut.
Sebelum jenazah diberangkatkan, Moeldoko menyampaikan terima kasih kepada para pelayat yang hadir dan mendoakan kepergian sang istri. Ia pun menyampaikan permohonan maaf apabila Koesni pernah berbuat salah semasa hidupnya.
“Hadirin sekalian, saya hanya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya. Semua yang hadir pada hari ini dan selama ini saudara-saudara telah memberikan dukungan yang luar biasa kepada istri saya,” kata Moeldoko di lokasi, Minggu (12/3/2023).
“Demikian untuk saya sampaikan, yang terakhir saya mohon maaf, saya memohonkan maaf atas kesalahan-kesalahan istri saya apabila selama ini ada kesalahan. Sekali lagi saya mohonkan maaf, mohonkan maaf dari saudara-saudara sekalian. Dan apabila ada tanggungan istri saya apapun bentuknya, mohon segera dihubungi kepada kami, keluarga. Demikian terima kasih,” imbuhnya.
Para pejabat negara terus berdatangan ke rumah duka. Terakhir, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut melayat. Sebelum Listyo Sigit, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju telah lebih dulu tiba di rumah duka. Antara lain Menkeu Sri Mulyani, Menko Polhukam Mahfud Md, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.
Kemudian Mendag Zulkifli Hasan, Sekretaris Kabinet Indonesia Pramono Anung, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia Bintang Puspayoga, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita Hartanto.
Berjuang Melawan Sakit Bertahun-tahun
Istri Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Koesni Harningsih meninggal dunia pada Minggu, (12/3/2023) usai berjuang melawan penyakit yang dideritanya bertahun-tahun.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat melayat ke rumah duka di Jalan Terusan Lembang, Menteng, Jakarta.
“Turut berduka cita ibu Moeldoko berjuang bertahun-tahun untuk melawan penyakit yang dideritanya. Pagi ini ibunda meninggalkan kita dan kita doakan khusnul hotimah dan Pak Moeldoko dan keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan,” ujar Sandiaga.
Sandiaga mengatakan, Kemenparekraf telah berduka atas meninggalnya Koesni Harningsih dan memberikan doa yang terbaik.
“Semoga istri dari bapak Moeldoko dilapangkan kuburnya, diterangi alam barzahnya, dan diterima sisi Allah SWT,” sambungnya.
Sandiaga mengenang sosok Koesni sebagai seorang yang kuat dan tabah dengan melawan penyakit bertahun-tahun. Sandiaga mengatakan, hal ini bisa menjadi inspirasi para generasi muda untuk berjuang.
“Saya mengenal tentunnya melalui Pak Moeldoko, beliau orang yang tabah dan kuat, penyakit yang dideritanya sangat berat, bertahun-tahun mengatasinya dan ini menjadi mudah-mudahan untuk bisa memberi inspirasi kepada generasi muda dalam berjuang tentunya harus sekiat tenaga dan menyerahkan kepada yang maha kuasa,” ujarnya.
Sementara Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar mengungkap Koesni Harningsih telah mengidap sakit kanker payudara sejak lama.
“Kita prihatin turut berduka cita dan karena beliau sakit kanker payudara ya, udah lama. Jadi kita ikut duka cita, ikut prihatin. Bela sungkawa yang mendalam,” kata Agu.
Secara singkat, Agum juga menyatakan bahwa sang istri sempat bertemu Koesni untuk terakhir kali sebelum dinyatakan meninggal dunia. “Ibu yang terakhir ketemu,” ucapnya. (ist)














