PALANGKA RAYA, teladankalimantan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus melakukan perubahan dan revitalisasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) termasuk saat terjadi fenomena el nino.
Ini dapat dilihat dari indikator penurunan luas karhutla, dampak kabut asap untuk aktivitas masyarakat, kesehatan, dan penerbangan.
Kondisi ini menjadi berkah bagi Kalimantan Tengah, dan sekaligus tantangan terkait bahaya karhutla, khususnya di lahan gambut. Pemprov Kalimantan Tengah bersama Forkopimda berkomitmen untuk memperkuat upaya-upaya pengendalian karhutla, agar tidak menjadi bencana bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo hadir pada Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pembahasan Antisipasi dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui sistem luring dan daring.
“Kami sampaikan terimakasih kepada TNI/POLRI dan stakeholder lainnya dan juga pemerintah pusat yang sudah membantu dengan menyediakan 5 helikopter untuk water bombing, 2 untuk patroli termasuk untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC),” kata Wagub saat memaparkan kesiapan Kalimantan Tengah menghadapi Karhutla tahun 2024 di ruang rapat pada Kamis (14/3/2024).
Wagub Edy mengungkapkan hal tersebut sangat membantu Kalteng dalam proses pencegahan dan penanganan Karhulta di 2023. Pada tahin 2024 ini, Pemprov kata Wagub Edy sudah menyiapkan anggaran dan ini sebagai bentuk kesiapan dan kesiagaan Kalteng.
“Kesiapsiagaan terutama dengan anggaran pada tahun 2024 mengalokasikan dana BTT sebesar Rp 150 M. Yang di mana kita ketahui selain bencana karhutla, Kalteng juga termasuk kategori bencana tanah longsor, puting beliung dan lainnya sehingga penyediaan anggaran melalui BTT sebesar Rp 150 M dianggarkan,” ungkapnya.
Wagub Edy juga berterimakasih pada Menteri LHK RI terkait pemanfaatan dana DBH-DR yang dipergunakan untuk 5 provinsi prioritas penanganan karhutla sebesar Rp 211 M. Dan termasuk penyiapan sarana dan prasarana di tahun 2024. “Termasuk juga kami berterimakasih kepada Ibu Menteri LHK RI khusus terkait pemanfaatan dana DBH-DR,” tutur Wagub.
Kesiapan dan strategi menghadapi Karhutla Tahun 2024 selain anggaran, pemantapan personel dengan potensi 9.784 orang, pembinaan masyarakat terus dilakukan sebagai bagian potensi personel penanggulangan karhutla.
Pemantapan sarpras dengan penyediaan sarpras utama karhutla di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, KPH, Kecamatan dan MPA. Pemprov Kalteng terus melaksanakan hibah sarpras karhutla ke Pemerintah Kabupaten/Kota dan bansos ke masyarakat.
Sedangkan strategi utama yang disiapkan untuk menghadapi karhutla tahun 2024, mengoptimalkan fungsi Satgas Pengendali Karhutla dan Posko Krisis Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah, aktivasi 75 Posko Dalkarhutla pada 18 KPH dan 35 pos lapangan pada kecamatan prioritas, menetapkan Status Siaga Darurat dan Aktivasi Posko Penanganan Darurat Bencana Karhutla serta peningkatan Personil Pemadaman Darat Pada Wilayah Prioritas atau Ring Satu.
“Pelaksanaan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), patroli udara, dan water bombing Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan mohon dukungan operasi TMC, Patroli Udara, dan Waterb Bombing untuk memperkuat dan menjangkau wilayah-wilayah karhutla yang jauh atau sulit,” harapnya.
Wagub Edy meminta dukungan ke Pemerintah Pusat untuk memperkuat kesiapan menghadapi karhutla 2024. Dukungan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), dkungan Operasi Pemadaman Melalui Udara. Dan rencana kebutuhan di Provinsi Kalimantan Tengah adalah 5 Helikopter water bombing dan 2 Helikopter Patroli.
Dukungan Operasional melalui Dana Siap Pakai (DSP) untuk Operasi Pemadaman Darat yang dilakukan personel Korem 102/Panju Panjung dan Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah serta Pangkalan TNI AU Iskandar Pangkalan Bun.
Dukungan tambahan peralatan pemadam kebakaran portable dan tempat penampungan air portable (flexible tank ) sebanyak 87 set untuk didistribusikan pada Kecamatan risiko tinggi bencana Karhutla.
“Dengan kesiapan anggaran, personel, dan sarpras, strategi tepat serta dukungan dan arahan dari Pemerintah Pusat, kami berkeyakinan bahwa pengendalian karhutla di wilayah Kalimantan Tengah akan terus membaik,” tandas Wagub.
Sementara itu, Menko Polhukam RI Hadi Tjahjanto dalam arahannya mengharapkan kawasan gambut harus diperhatikan. Aparat di daerah diberi edukasi gambut. “Kondisi gambut tetap basah harus dipertahankan,” harapnya.
Menko Polhulkam RI lebih lanjut menambahkan dukungan dari pemerintah daerah diperlukan untuk penanganan Karhutla. Regulasi, supervisi, penegakan hukum dan dukungan dana.
“Itulah yang diperlukan untuk mengantisipasi dan langkah-langkah komprehensif perlu dilakukan dengan melakukan koordinasi antar satgas karhutla dan para pelaku dunia usaha selaras dengan kegiatan kita di lapangan,” pungkasnya. (red/ist)














