Ikravany juga mempertanyakan, sikap PSI Depok melakukan gerakan dengan menampilkan spanduk bertuliskan hingga baliho bertuliskan “PSI MENANG WALIKOTA KAESANG” di yang berada di Jalan Raya Margonda.
“Analoginya sekarang jelaskan apa hubungannya PSI menang dengan Kaesang Wali Kota, PSI menang itu harus lebih dari 12 kursi dong,” sindir Ikravany.
Dengan asumsi sekarang PKS 12 kursi, PSI harus menargetkan mendapatkan 15 kursi dan dapat mendeklarasikan PSI Depok menang. Namun pada kenyataannya targetnya PSI Depok hanya enam kursi.
“Berarti dia sendiri tahu kalau targetnya enggak menang, tapi kok berani ngomong begitu,” ucap Ikravany.
PSI Depok Tak Ambil Pusing
Wakil Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Depok, Icuk Pramana Putra mengaku, tak ambil pusing dengan pernyataan Sekretaris DPC PDIP Depok, Ikravany Hilman.
Icuk mengklaim, dukungan PSI Depok terhadap Kaesang semata-mata ingin membawa perubahan di Kota Depok.
“Selama ini kan kami ingin membawa perubahan. Kalau begini kan terlihat, tidak hanya PKS yang tidak nyaman. Bahkan PDIP juga merasa terancam,” kata Icuk dikutip dari merdeka.com.
Icuk pun menyindir sikap PDIP yang justru merapat dan mesra dengan PKS usai Pilkada Depok 2020. Padahal, ketika itu, PDIP mendukung pasangan calon Pradi-Afifah.
“Warga Depok tahu setelah pilkada di hari-hari pertama PDIP yang merapat mesra dengan PKS, tanpa mengindahkan perasaan Pradi-Afifah, relawan, simpatisan. Silakan cek di media,” ucapnya.
Meski mendapat kritikan dan sindiran dari PDIP, kata Icuk, PSI akan terus berjuang dengan mendorong Kaesang Pangarep menjadi Wali Kota Depok.
“Yah santai aja. Namanya kakak tertua mem-bully adiknya wajar, berarti kami cukup siap untuk bertarung,” pungkasnya. (Red)














