BANJARBARU, teladankalimantan.com – Wali Kota Banjarbaru Muhammad Aditya Mufti Ariffin mengucapkan syukur Alhamdulillah, realisasi pendapatan APBD Kota Banjarbaru tertinggi se Indonesia, dan semuanya tidak lepas dari dukungan seluruh jajaran di lingkup Pemkot Banjarbaru.
“Keberhasilan merealisasikan pendapatan dengan persentase tertinggi dua tahun berturut-turut merupakan wujud konsisten seluruh jajaran pemkot sehingga kami tentu sangat berterima kasih,” ujar Aditya di Banjarbaru, Rabu (25/1).
Aditya menambahkan, salah satu bentuk konsistensi Pemkot Banjarbaru, yakni fokus mendorong kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber utama pendapatan daerah sehingga hasil akhirnya bisa terealisasi maksimal.
“Tahun lalu, realisasi pendapatan APBD Banjarbaru mencapai 114,41 persen atau melebih target yang ditentukan dan juga menempati peringkat tertinggi dibandingkan kota lain se-Indonesia,” katanya.
Diketahui, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Kementerian Keuangan RI menyatakan pencapaian realisasi pendapatan daerah Pemerintah Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan meraih hasil tertinggi dibandingkan kota lain di seluruh Indonesia pada 2023.
Data Ditjen Bina Keuangan yang disiarkan pada 19 Januari 2024 menunjukkan Pemkot Banjarbaru membukukan realisasi APBD 2023 menembus 114,96 persen atau tertinggi se-Indonesia.
Peringkat pertama ini sekaligus menempatkan Banjarbaru berada pada peringkat tertinggi di antara 10 besar daerah dari total 20 daerah dengan realisasi pendapatan tinggi yang dinilai Kementerian Keuangan RI.
Selain berhasil meraih pencapaian realisasi APBD tertinggi di Indonesia, Pemkot Banjarbaru juga berhasil over target PAD yang tembus hingga Rp157,3 Miliar.
H. M. Aditya Mufti Ariffin juga sangat meapresiasi jajarannya khususnya BP2RD Kota Banjarbaru beserta seluruh jajaran unit yang telah berhasil mengelola pendapatan daerah secara cerdas dan transparansi.

“Pengelolaan pendapatan daerah itu penting, karena sebagai pertanggungjawaban kita kepada masyarakat. Tercapainya target PAD ini juga dibangun atas kesadaran masyarakat Banjarbaru yang tinggi dalam hal kewajiban membayar pajak,” ucapnya, belum lama ini
Diketahui, target Pemerintah Kota Banjarbaru untuk mencapai Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp150,8 miliar tahun 2022 dan hal ini telah dibuktikan Kepala Daerah Kota Banjarbaru, H. M. Aditya Mufti Ariffin.
Pencapaian tersebut berdasarkan dari Data Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Banjarbaru yang melaporkan realisasi pencapaian saat ini sudah tembus 104,28 persen, pertanggal 14 Desember 2022.
Diakumulasikan, total pencapaian hingga kemaren telah terkumpul pendapatan daerah sebesar Rp157,3 miliar. Angka tersebut sangat luar biasa lebihi dari target yang sudah ditetapkan Pemerintah Kota Banjarbaru.
PAD merupakan sumber pendapatan daerah yang berasal dari kegiatan ekonomi daerah itu sendiri. semakin tinggi PAD menjadi bukti kemandiriaan dan berjalannya perekonomian suatu daerah.
Sementara itu, Kepala BP2RD Kota Banjarbaru, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya menyampaikan, capaian pendapatan daerah terbanyak bersumber melalui penerimaan pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), yang dimana telah diterima kurang lebih Rp45 miliar.
“Alhamdulilah pendapatan Kota Banjarbaru tahun ini sudah tercapai dan bahkan over target. Selain bersumber dari BPHTB, pajak penerangan jalan sumber lain sebesar Rp36 miliar serta pajak restoran sebesar Rp28 miliar,” katanya.
Rudi menambahkan, pasca terpuruk diakibatkan wabah pandemi, sektor ekonomi di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan sudah berangsur-angsur pulih.
Dirinya sangat berterima kasih atas dukungan bapak Wali Kota Banjarbaru yang mendorong kami dalam memaksimalkan pengelolaan pendapatan daerah. “Kita tidak berpuas diri karena tahun depan target PAD akan naik, tapi InsyaAllah kami optimis target itu bisa tercapai,” ucapnya. (red/ist)














