MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Bagi nenek Tini, warga Handil Pinang, Desa Sungai Lumbah, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola) membuat anyaman ketupat merupakan pekerjasaan sampingan baginya.
Menurut dia, membuat ketupat terlihat sederhana itu, tapi tidak semua orang bisa membuatnya.
“Di keluarga kami hanya saya yang bisa membuat ketupat ini. Anak dan suami tidak bisa,” ungkap warga RT 08.
Diutarakannya, membuat ketupat sudah dilakoninya sejak puluhan tahun lalu, pelanggannya tidak saja datang dari Kalimantan Selatan saja, namun ada juga dari Kalimantan Tengah.
“Biasa pesanan tiap minggu saya dapati, terutama ketika orang mau hajatan atau pesta perkawinan,” ucapnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, ada beberapa jenis ketupat yang biasa diolanya diantaranya, ketupat soto, ketupat haji dan ketupat burung.
“Kalau ketupat burung untuk acara selamatan. Untuk harga satu buah ketupat saya dijual seribu rupiah. Biasanya pesanan ketupat maksimal 400 buah,” terangnya.
Dia juga mengungkapkan, dalam menekuni usaha sampingan membuat ketupat tidak menemukan kendala, bsik bahan maupun permodalan.
“Selain membuat ketupat, bila musim panen padi membuat Tanggui dan bakul hasil cukup lumayan untuk menambah ongkos di dapur,” demikian tutupnya.(red)

























