KASONGAN – Program Sekolah Rakyat (SR) di Kasongan dipandang sebagai salah satu terobosan paling konkret dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di Kabupaten Katingan. Setelah berjalan lebih dari tiga bulan, dampaknya mulai terlihat dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Anggota DPRD Katingan, H Fahmi Fauzi menegaskan SR bukan sekadar program tambahan, melainkan instrumen negara untuk mempercepat pemerataan pendidikan bagi warga miskin ekstrem. Banyak anak-anak daerah terpencil dan ekonomi terbatas akhirnya dapat merasakan layanan pendidikan tanpa terbebani biaya.
Menurut Fahmi, alasan SR dinilai strategis karena ia hadir menjangkau kelompok anak yang selama ini belum tersentuh sekolah formal. Bahkan, SR menjadi pilot project nasional satu-satunya di wilayah Kalimantan Tengah.
SR mendapat dukungan dari lintas elemen, termasuk masyarakat dan Pemkab Katingan. Antusiasme masyarakat terhadap program ini menunjukkan bahwa layanan pendidikan tanpa hambatan biaya merupakan kebutuhan mendasar di Katingan.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa peserta SR tidak hanya bersekolah gratis, tetapi juga difasilitasi hunian asrama dan kebutuhan hidup yang sepenuhnya dibiayai pemerintah pusat. Ia optimistis lulusan SR akan muncul sebagai SDM unggul yang mampu mendorong kemajuan daerah dalam jangka panjang.
Dengan SR, kata Fahmi, tak ada lagi alasan anak-anak Katingan tertinggal dalam memperoleh pendidikan. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan inklusif bukan lagi wacana, tetapi sudah berjalan dan dirasakan langsung oleh masyarakat. (red)














