MARABAHAN, teladankalimantan.com-Duduk di majelis ilmu menjadi modal di negeri akhirat, yang akan menemani di alam kubur, dan alam barzah. Sepenggal pesan tersebut terungkap dalam tauziah yang disampaikan Guru Khairullah Azmi atau Guru Azmi Tabukan saat memberikan tauziah pada acara Majelis Salawat dan pengajian akbar yang berlangsung di Aula DPC PPP Barito Kuala pada Kamis malam (8/6).
Sebagaimana biasa kegiatan rutin yang berlangsung setiap malam Jumat tersebut memang tak pernah sepi dari para jamaah yang hadir dan antusias mendengarkan tauziah dari para guru-guru agama yang membuahkan ilmu bermanfaat.
Menurut Guru Azmi, betapa pentingnya duduk di majelis ilmu, karena dengan berilmu hidup tidak gampang putus asa, terus bahagia, dan yakin, meskipun di tengah berbagai ujian hidup di dunia.
Terpenting, sabar dalam mengarungi kehidupan, sebab bukan kesempurnaan yang dicari melainkan bagaimana caranya menjalani hidup ini tetap dalam naungan dan ridha Allah SWT serta dekat dengan Rasulullah.


Pengajian akbar yang berlangsung bada salat Isya tersebut selain dihadiri ribuan warga dari berbagai desa juga dihadri oleh ketua DPC PPP Barito Kuala DR H Bahrul Ilmi dan istri Hj Noorhayati, H Sadam Husin Nafarin dan istri serta keluarga besar.

Selain itu, tampak hadir para guru agama seperti Guru Ahmad Mubarak, kemudian Habib Anies Bin Salimin Bhalgaits Ba’alawy.
Guru Azmi melanjutkan, menuntut ilmu agama di majelis ilmu adalah ciri-ciri orang baik. Bahkan Ibnu Attailah As Sakandariah dalam Al Hikam, menyebutkan, bila hendak mengetahui ukuranmu di sisi Allah SWT, maka lihatlah bagaimana Allah memposisikanmu.
Dengan kata lain, bila kita ingin mengukur bagaimana kedudukan kita disisi Allah SWT, maka lihatlah kedudukan Allah di hati kita. Bila hati kita selalu mengagungkan dan selalu ketarik pada sesuatu yang mendekatkan kita kepada-Nya, maka itu pertanda kita ditempatkan disisi yang dekat dengan-Nya.
Demikian juga sebaliknya jika jiwa, naluri, pikiran dan keseharian kita disibukkan dengan sesuatu yang melalaikan maupun menjauhkan dari ibadah dan dzikir kepada-Nya bahkan keseharian kita malah berkubang ditempat yang cendrung berpotensi menuju maksiat maka sesungguhnya Allah benar-benar jauh darinya.
Selain itu, dalam tauziahnya, Guru Azmi juga menyampaikan betapa istimewanya bersalawat kepada Rasulullah. “Salawat kepada nabi adalah amal yang pasti diterima dan tidak ada pembatalnya meskipun ada unsur ria di dalamnya. Tetap diterima oleh Allah SWT,” katanya.
“Untuk itu, mari kita syukuri hadir di majelis ilmu, dan ajaklah anak-anak kita untuk turun ke majelis ilmu karena ini menjadi bekal di akhirat kelak”.
Sementara itu, ketua DPC PPP Barito Kuala DR H Bahrul Ilmi dalam sambutannya, bersyukur, karena antusiasnya para jemaah yang hadir dalam majelis salawat dan pengajian akbar setiap malam Jumat tersebut.

Tidak hanya untuk tempat menuntut ilmu, pengajian dan majelis salawat ini juga sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar warga dari berbagai desa yang hadir mulai dari Tabunganen hingga Marabahan.
Tak lupa dirinya juga memohon doa kepada para jemaah agar adik kandungnya H Sadam Husin Nafarin dan istri yang akan berangkat menunaikan ibadah haji diberi kesehatan, kelancaran, kemudahan, dan diterima ibadahnya menjadi haji yang mabrur. (red)














