KUALA KAPUAS – Dalam rangka melaksanakan Peraturan Presiden RI Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Kecamatan Basarang mulai menerapkan penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) sebagai bagian dari transformasi layanan administrasi pemerintahan.
Untuk mendukung implementasi tersebut, Kecamatan Basarang menggelar kegiatan pendampingan dan sosialisasi penerapan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) yang difasilitasi oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kapuas.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Basarang pada Kamis pagi (12/2/2026) itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kapuas, Drs. Aswan, M.Si, didampingi Kepala Bidang Kearsipan Natalina, SE. Kegiatan tersebut diikuti para kepala desa dan operator desa se-Kecamatan Basarang.
Dalam sambutannya, Drs. Aswan menegaskan bahwa penerapan aplikasi Srikandi akan menciptakan berbagai efisiensi, baik dari segi waktu, biaya, efektivitas maupun akurasi administrasi.
“Banyak kemudahan yang akan kita dapatkan, di antaranya dapat menandatangani berkas di mana pun berada, mengurangi ketergantungan terhadap alat tulis kantor sehingga lebih efektif dan efisien, serta arsip lebih terjaga karena disimpan dalam bentuk digital, bukan lagi fisik,” jelasnya.
Ia juga mengakui bahwa sistem digitalisasi membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan memadai di bidang teknologi informasi. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi dan pendampingan dinilai sangat penting agar implementasi berjalan optimal.
Sementara itu, Camat Basarang Nurcahyono, S.Sos, MA menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi dan akselerasi implementasi Srikandi di lingkungan pemerintahan desa se-Kecamatan Basarang.
Ia menyatakan dukungannya terhadap sinergi antara Pemerintah Daerah, Kecamatan dan Pemerintahan Desa dalam mengimplementasikan arsip digital serta pelayanan administrasi berbasis elektronik melalui website kecamatan dan website desa.
“Kita berharap melalui pendampingan dan sosialisasi ini, para kepala desa dan khususnya operator desa semakin memiliki wawasan dan pemahaman terhadap IT, terutama dalam penerapan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi),” tutup Nurcahyono. (Nas/hr)










