Teladankalimantan.com – Video Presiden Joko Widodo atau Jokowi pidato menggunakan bahasa Mandarin dengan fasih, viral di media sosial mulai dari Twitter, TikTok, hingga Facebook dalam beberapa hari terakhir. Namun betulkah Presiden Jokowi pidato dengan bahasa Mandarin?
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui keterangan pers, memastikan bahwa video Presiden Jokowi tengah berpidato dalam bahasa Mandarin itu adalah disinformasi.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menyebut, video Jokowi pidato bahasa Mandarin itu merupakan hasil suntingan alias editan yang menyesatkan.
“Video yang beredar tersebut disertai narasi ‘Jokowi berbahasa Mandarin’. Itu hasil suntingan yang menyesatkan,” kata Semuel, dalam keterangan yang dikutip Sabtu (28/10/2023) .
Pria yang karib disapa Semmy ini menegaskan video Presiden Jokowi pidato dengan bahasa Mandarin yang beredar di medsos merupakan disinformasi.
Ia menyebut, hal ini diketahui setelah penelusuran tim AIS Kominfo menemukan kesamaan dengan video yang diunggah oleh kanal YouTube The U.S. – Indonesia Society (USINDO) pada 13 November 2015 lalu.
Video Diedit Menggunakan AI dan Deepfake
“Secara visual, video tersebut identik, tetapi telah disunting sedemikian rupa yang diduga memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) deepfake,” Semmy menjelaskan.
Semmy menjelaskan dalam video yang sebenarnya di tautan https://usindo.org/gala/dinner-in-honor-of-president-joko-widodo/, Presiden Joko Widodo tidak menggunakan bahasa Mandarin saat pidato.
“Oleh karenanya, ini adalah bentuk disinformasi,” tegasnya.
Semuel mengimbau agar masyarakat berhati-hati ketika mendapatkan informasi yang dapat dimanipulasi. Bahkan ia mengingatkan agar tidak ikut menyebarluaskan konten hoaks atau disinformasi dalam bentuk apapun melalui platform digital.
“Kominfo mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika mendapatkan informasi yang dapat dimanipulasi dan/atau diselewengkan, serta selalu merujuk sumber-sumber tepercaya seperti situs pemerintah dan/atau media yang kredibel,” kata Semmy.
Deepfake adalah salah satu tipe dari kecerdasan buatan (AI) yang digunakan untuk membuat foto, audio, video hoaks cukup meyakinkan.
Berbekal teknologi deepfake ini, seseorang dapat mengubah wajah, suara, atau gerak tubuh orang lain dengan mudah dan cepat. (Red)














