BANJARMASIN, teladankalimantan.com-Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, H Birhasani mengatakan, harga beras lokal dalam tiga hari terakhir mengalami kenaikan antara Rp800-1300 per kilo. Beras tersebut khusus beras Banjar seperti siam, unus, dan beras mutiara. Kenaikan ini lebih disebabkan produksi yang kurang di tingkat petani.
“Meski dalam kondisi kenaikan sekarang ini, masyarakat sudah beralih ke jenis beras lain seperti dari Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Barat,” kata Birhasani, Kamis (4/6).
Selain itu, para pedagang dan distributor beras juga sudah mendatangkan beras-beras tersebut untuk memenuhi kebutuhan. Kemudian masyarakat kini sudah menyesuaikan seleranya, sehingga mau tak mau masyarakat lebih memilih beras dari luar yang harganya cukup murah dari beras lokal.
“Beras dari luar ini mulai ramai dibeli masyarakat kita. Selain itu, kita juga tertolong oleh Bulog yang menyediakan kebutuhan beras untuk Kalimantan Selatan,” tandasnya. (ar)














