MARABAHAN, teladankalimantan.com-Pengajian rutin dan majelis Salawat yang berlangsung di Aula DPC PPP Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis malam (1/6) dipadati oleh ribuan warga yang hadir dari berbagai desa.
Kegiatan rutin yang berlangsung setiap malam Jumat tersebut tak pernah sepi, baik yang dihadiri oleh jemaah laki-laki maupun perempuan serta anak-anak. Selain itu, alunan salawat, tauziah-tauziah para guru agama yang membuahkan ilmu bermanfaat menjadikan majelis Rutin yang digelar oleh DPC PPP Batola ini antusias dihadiri warga.
Sebagaimana biasa, acara ini juga diisi dengan pembacaan Salawat Nabi Muhammad SAW oleh grup maulid serta dipimpin oleh Guru Ahmad Mubarak.
Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPC PPP Batola DR H Bahrul Ilmi dan keluarga, para habib, guru agama, tokoh masyarakat, dan jajaran DPC PPP Batola.
Dalam sambutannya, Ketua DPC PPP Batola DR H Bahrul Ilmi mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada masyarakat dan guru-guru agama yang hadir. Dengan bersalawat di tempat ini, Mudah-mudahan kita mendapatkan hidayah dan senantiasa diberi kesehatan, panjang umur, dan luas rezeki.



H Bahrul Ilmi juga memohon maaf ada kekurangan, baik secara pribadi maupun dari panitia, karena jamaah kita sangat banyak. “Doakan ulun (saya) diberikan kesehatan, diluaskan rezeki, sehingga kita selalu mengadakan acara rutin sampai akhir umur,” ucapnya.’
Dirinya juga meminta doa agar adiknya yakni H Sadam Husin Nafarin yang kini maju menjadi Bacaleg PPP untuk DPRD Provinsi Kalsel dilancarkan. “Mudahan lancar usahanya, adik yang bisa menjadi contoh atau teladan yang baik, serta kami sekeluarga dapat mencontohkan apa yang diajarkan oleh Rasulullah”.
Sementara itu, dalam tauziahnya, Guru Muhammad Noor mengatakan, bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan, apalagi tempat ini sering dilakukan kebaikan-kebaikan. Dirinya mengajak bersama-sama mendoakan Ketua DPC PPP H Bahrul ilmi dan keluarga panjang umur, sehat badan, kabul hajat.
Dikatakannya, ketika kita mendengar nama Nabi Muhammad SAW, sebagai pencinta wajib kita meyambut dengan menyebut Salawat. “Salawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,” katanya yang disambut para jemaah dengan bacaan Salawat.
Menurut dia, kita hidup di dunia bukan tidak ada tujuan, namun untuk beribadah kepada Allah SWT, dan kita hidup diuji, dan dicoba, dan dicoba apakah di antara kita siapa yang paling baik amalnya.
Pertanyaannya adalah bagaimana cara kita menjadi orang yang paling baik amalnya? Jawabnya, menurut Guru Muhammad Noor, adalah dengan menuruti amalan atau sunnah yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW. “Kita turuti ahlak-ahlak Rasulullah, supaya kita menjadi hamba Allah SWT serta umat Rasulullah yang baik amalnya,” tambahnya.
Namun, ada satu hal yang harus diperhatikan saat mengerjakan sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah yakni harus ingat dengan Rasulullah atau menghadirkan hati.
“Misalnya kita mengerjakan sunah Rasulullah masuk WC dengan kaki kiri kita harus ingat dengan Rasulullah, begitu juga saat membaca Salawat, hati harus ingat. Mulut bersalawat, dan hati harus hadir. Kita khusyu ingat kepada Nabi Muhammad, artinya kita ingat juga kepada Allah SWT”.
Di akhir tauziahnya, dirinya mengajak para jemaah mari pelan-pelan mengerjakan apa yang diajarkan oleh Rasulullah. Ini semua demi menyenangkan hati Rasulullah. (red)














