MARABAHAN,Teladankalimantan.com-Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Barito Kuala (DKPP Batola) H Suwartono Susanto menyebutkan, sektor perikanan budidaya mencatatkan prestasi membanggakan karena Kabupaten Batola kini menjadi penghasil Ikan Bandeng terbesar kedua di Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Hingga triwulan III, total produksi budidaya mencapai 8.424 ton dengan komoditas unggulan seperti bandeng, nila, udang, patin, lele, gabus dan papuyu,” ujar H Suwartono Susanto, saat memimpin apel gabungan, di halaman Kantor Bupati Batola, Senin (29/12/2025).
Menurut dia, untuk memacu produksi perikanan di Batola, DKPP memberikan bibit ke berbagai desa, di antaranya, ke Kecamatan Anjir Muara sebanyak 45.000 bibit patin dan pakan, ke Desa Jejangkit Muara sebanyak 16.000 bibit papuyu dan pakan, ke Desa Tanipah, Kecamatan Mandastana sebanyak 6.000 bibit gabus dan pakan serta ke Desa Beringin Kencana, Kecamatan Tabunganen sebanyak 10.000 bibit patin.
“Produksi perikanan tangkap di Batola hingga Desember 2025 telah mencapai 9.057 ton atau sekitar 93 persen dari target,”ungkapnya.
Dia juga menegaskan, DKPP Batola juga siap mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami telah berkoordinasi dan menyalurkan bantuan 640.000 ekor bibit ikan nila, lele dan patin kepada 18 kelompok pembudidaya untuk memastikan ketersediaan protein ikan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, untuk memicu produktivitas perikanan, DKPP Batola telah menyalurkan bantuan sarana prasarana kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan memperkuat infrastruktur pertanian dengan membangun lumbung lantai jemur di Desa Anjir Pasar Kota 2 untuk menjaga kualitas hasil panen petani lokal.
“Kami telah menyerahkan bantuan berupa mesin perontok dan mesin kapal atau mesin ces kepada nelayan di tiga kecamatan, yaitu Belawang, Alalak, dan Tamban,” terangnya.
Selain bantuan fisik, papar dia, DKPP Batola juga bersinergi dengan Satpol Air Polres Batola dalam melakukan sosialisasi penangkapan ikan ramah lingkungan serta patroli rutin di perairan Sungai Barito, Tamban dan Barambai guna mencegah praktik penangkapan ikan ilegal (illegal fishing).
Kemudian, sambung dia, di sektor ketahanan pangan, Pemkab Batola melalui DKPP telah menuntaskan penyaluran bantuan pangan pada November lalu kepada 15.246 keluarga penerima manfaat berdasarkan data tunggal sosial ekonomi nasional.
“Bantuan diterima tersebut, berupa beras sebanyak 152.460 kilogram yang mana masing-masing keluarga menerima 10 kilogram, minyak goreng sebanyak 30.492 liter yang mana masing-masing keluarga menerima dua liter. Berbagai capaian strategis dan realisasi program kerja sepanjang tahun 2025 tersebut mencakup sektor perikanan tangkap, ketahanan pangan hingga perikanan budidaya,” pungkas H Suwartono Susanto.(red/ben/diskominfo batola)














