MARABAHAN,Teladankalimantan.com-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan regional melalui kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan digelar serentak bersama Presiden Republik Indonesia secara daring.
Kegiatan panen raya untuk Kalsel sendiri dipusatkan di Handil Paliwara, Desa Baringin Jaya, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (07/01/2026).
Panen raya padi tersebut dilaksanakan langsung oleh Gubernur Kalsel H Muhidin didampingi Bupati Batola H Bahrul Ilmi, Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Kepala BIN serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.
Luas lahan dipanen pada kesempatan tersebut mencapai 10 hektare tersebut terhubung secara daring melalui Zoom Meeting dengan Presiden RI dan Menteri Pertanian yang mengikuti rangkaian panen raya nasional dari Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel H Muhidin menyampaikan rasa syukur atas capaian ketahanan pangan Kalsel menunjukkan tren positif, meski produksi padi dan beras Kalsel berada di peringkat 10 nasional, namun dari sisi penilaian ketahanan pangan, Kalsel berhasil menembus peringkat tiga nasional, tepat di bawah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Surplus beras Kalimantan Selatan saat ini mencapai sekitar 1,2 juta ton dengan kenaikan hampir 15 persen, tertinggi di regional Kalimantan. Ini menunjukkan ketahanan pangan kita sangat kuat,” ujar Muhidin.
Gubernur menekankan, pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan, mulai dari peran Dinas Pertanian, TNI mendukung pengelolaan sawah hingga Kepolisian berkontribusi dalam pengembangan jagung.
Sinergi tersebut, jelas H Muhidin, dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan peningkatan produksi pangan di Banua.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman menjelaskan, pada tahun 2025 produksi padi Kalsel mencapai 1.183.000 ton atau hampir 1,2 juta ton, tertinggi di Kalimantan.
Capaian itu diraih, terang dia, meski sebagian lahan menghadapi tantangan hama dan genangan air.
“Produksi padi kita terus meningkat dan menjadi penopang bagi provinsi lain, khususnya Kalimantan Tengah banyak mengambil pasokan beras dari Batola,” jelas Syamsir.
Selain itu, papar dia, Kalsel juga mencatat prestasi membanggakan dengan menempati peringkat pertama Indeks Ketahanan Pangan nasional, menggeser Provinsi Bali setelah tiga tahun berturut-turut berada di posisi teratas.
“Indeks tersebut diukur dari aspek ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, distribusi, serta keragaman konsumsi pangan,” terangnya
Ke depan, sambung dia, Pemprov Kalsel menargetkan peningkatan produksi padi hingga 1,3 juta ton pada tahun 2026.
Upaya tersebut, tambah dia, akan ditempuh melalui peningkatan indeks tanam, optimalisasi lahan rawa, pencetakan sawah baru serta pemanfaatan Brigade Pangan dan modernisasi pertanian berbasis teknologi.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalsel juga menyerahkan bantuan sektor pertanian dari APBD Provinsi Kalsel senilai hampir Rp2,5 miliar, termasuk dukungan pengelolaan tanaman pangan, hortikultura serta subsidi pupuk lebih dari 20 ribu ton untuk Kabupaten Batola.
Kegiatan panen raya tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Kalsel dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.(red/MC Kalsel/tgh)















