MARABAHAN, teladankalimantan.com- Petani Jamur Merang, warga RT06 Desa Puntik Tengah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Iwan Riduan mengaku, sudah dua bulan tidak bisa melakukan budidaya Jamur Merang karena terkendala bibit.
“Akibat terkendala bibit sekitar tiga bulanan ini saya tidak bisa membudidayakan Jamur Merang,” ujar Iwan Riduan, ketika ditemui di rumahnya, Senin (12/02/2024).
Menurut dia, usaha Jamur Merang digelutinya itu sudah berjalan setahun yang lalu.
Biasanya, jelas dia, untuk budidaya Jamur Merang memakan waktu sekitar 20 hari mulai persediaan media hingga persemaian.
“Setelah 20 hari panen, maka hari berikutnya panen lagi hingga 30 kali panen,” ungkapnya.
Diutarakannya, untuk satu kali panen biasanya satu tempat atau kobong budidaya menghasilkan tujuh hingga 10 kilogram Jamur Merang.
“Untuk satu kilogram kita jual seharga Rp65 ribu hingga Rp70 ribu,” terangnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, dari hasil budidaya tersebut biasa diambil pembeli langsung ke tempat.
“Dulu pernah mau dimasukan ke hypermart, namun produksinya belum maksimal. Kadang-kadang keperluan orang madih belum tercukupi,” tandasnya.
Kemudian, sebut dia, khusus untuk budidaya Jamur Merang di Kalsel hanya ada di tempatnya saja.(red)















