Sementara itu, sebagian ulama berpendapat, puasa sunnah dimulai sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah seperti yang ditulis Imam An Nawawi dalam Kitab Al Majmu’, “Dan di antara puasa sunnah juga adalah puasa sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah.”
2. Memperbanyak bertakbir dan berdzikir
Di bulan Dzulhijjah, umat Muslim bisa memperbanyak takbir dan dzikir dalam kegiatan sehar-hari.
Seperti diriwayatkan dalam hadis Bukhari, Ibnu Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.” Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah.
3. Menunaikan Haji dan Umrah
Umat Muslim yang mampu, bisa menunaikan haji dan umrah sebagai amalan di bulan Dzulhijjah. Keutamaan berhaji dimuat dalam hadis berikut:
سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ
Rasulullah SAW ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau menjawab, “Beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah SWT.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur,” jawab Rasulullah SAW. (HR Bukhari).
4. Berkurban
Berkurban juga menjadi amalan bulan Dzulhijjah yang bisa dilakukan oleh umat Muslim yang mampu. Berkurban dilakukan saat perayaan Idul Adha. Hadis riwayat Tirmidzi dijerlaskan, qurban merupakan salah satu amalan yang dicintai Allah SWT.














