MARABAHAN,teladankalimantan.com
Rumah Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Barito Kuala (UMKM Batola) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) perizinan kepada 20 peserta dari Kecamatan se-Batola.
Konsultan Sumber Daya Manusia Rumah UMKM Batola, Rizkya Fasya mengatakan, pada pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari
Dinas Kesehatan Kabupaten Batola
dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batola.
“Pelatihan direncanakan satu hari, Rabu (12/06/2024), diikuti 20 peserta berasal dari Kecamatan Alalak, KecamatanAnjir Muara, Kecamatan Marabahan, Kecamatan Mandastana, Kecamatan Cerbon, Kecamatan Anjir Pasar dan KecamatanTamban ,” ujar Rizkya Fasya, Selasa(11/06/2024).
Terpisah, Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Batola, Novya Maharanie mengatakan, Bimbingan Teknis (Bimtek) tersebut membawa visi untuk melahirkan para wirausahawan yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan dapat bersaing di pasar nasional maupun global.
Selain itu, sebut dia, dapat menambah wawasan, ketrampilan, pengetahuan serta meningkatkan kualitas dan kompetensi Sumber daya manusia (SDM) para pelaku UMKM.
Sehingga, sambung dia, mampu berinovasi dan bersaing dalam menghasilkan, memperkenalkan maupun memasarkan produk-produk ekonomi berbasis lokal yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan bagi para pelaku UMKM itu sendiri.
“Kami melihat pelatihan Bimtek ini bagi pelaku usaha mikro ini merupakan salah satu langkah strategis kita bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi dan kekayaan daerah,” tandasnya.
Dengan menggali dan mempromosikan produk inovatif dan kreatif berbasis sumber daya lokal bersifat khas daerah, tambah dia, sehingga kedepannya mampu bersaing dan menembus pasar global.
“Kami pemerintah daerah juga bertekad untuk terus memeperkuat dan menonjolkan aspek keunggulan yang melekat pada produk daerah, baik karena bahan baku, ciri khasnya, keunikannya, tradisinya, kearifan lokalnya maupun reputasinya,” tegasnya.
Namun demikian, sambung dia, agar kegiatan pembinaan kewirausahaan dapat terlaksana secara baik, maka kepada para pelaku UMKM dituntut untuk lebih kreatif, inovatif dan tekun dalam mengolah potensi sumber daya daerah.
“Sehingga produk-produk yang dihasilkan dapat menjadi produk ikonik di masing-masing kecamatan di Kabupaten Batola,” demiiian tutupnya.(red)














