DEPOK, teladankalimantan.com – Yenny Wahid mengungkap suara pemilih dari kalangan Nahdliyin atau Nahdlatul Ulama (NU) mencapai sekitar 40 juta. Menurutnya, wajar saja suara kalangan Nahdliyin diperebutkan ketiga pasangan capres-cawapres termasuk Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Diketahui Yenny Istighosah politik di Pondok Pesantren wilayah Cirebon dan Depok, Jawa Barat, untuk kemenangan pasangan nomor urut 3 Ganjar-Mahfud.
“Memang kita semua kan pastinya berkompetisi untuk mendapatkan suara masyarakat. Nah, suara Nahdliyin ini kan diprediksi sekitar 40 juta pemilih itu dari kalangan Nahdliyin. Jadi ini kue pemilih yang sangat besar untuk diperebutkan semua pasangan calon mestinya,” kata Yenny kepada wartawan di Ponpes Assa’adah, Cipayung, Kota Depok, Kamis (7/12/2023).
Dalam istighosah politik di Cirebon dan Depok, Yenny memaparkan program Ganjar-Mahfud terutama yang menyasar kalangan pesantren dan Nahdliyin.
“Jadi tentu saya datang ke banyak daerah bahwa banyak sekali program yang diusung Ganjar-Mahfud ini yang menyasar kalangan pesantren terutama kalangan NU,” ujarnya.
Baca Juga: Tumbuhkan Laju Daur Ulang, Coca-Cola Gandeng Grab Gaungkan Program Recycle Me
Putri Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu menyebut, pasangan Ganjar-Mahfud yang diusung PDIP, Perindo, PPP, dan Hanura itu dekat dengan kalangan pesantren.
“Yang memang juga dilatarbelakangi kedua pasangan calon memang dekat dengan kalangan pesantren. Pak Mahfud santri, keluarga Pak Ganjar itu salah satu Kiai di Pemalang jadi memang mengerti kebutuhan orang NU, mengerti kebutuhan Ponpes. Sangat wajar bila kalangan Ponpes maupun NU mendukung Ganjar-Mahfud,” tuturnya. (red/ist)














