KASONGAN, teladankalimantan.com – Beberapa tahun yang lalu, semua sekolah dari berbagai jenjang pendidikan sudah menerapkan kegiatan ekstrakurikuler. Bahkan, sudah menjadi salah satu mata pelajaran pilihan yang harus diikuti oleh semua pelajar atau masing-masing siswa. “Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan, melalui Dinas Pendidikan setempat diminta untuk melengkapi semua fasilitas ekstrakurikuler yang dibutuhkan siswa,” harap Wakil Ketua (Waket) II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan, H Wiwin Susanto, yang diungkapkannya kepada sejumlah awak media, Sabtu (5/7), di rumah dinasnya.
Karena, untuk sekolah-sekolah di Kabupaten Katingan, utamanya jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di desa-desa yang jauh dari ibukota Kabupaten Katingan menurut H Wiwin Susanto, masih banyak yang belum dilengkapi fasilitas ekstrakurikuler dimaksud. Seperti lapangan sepak bola, bola poli, tenis meja, bulu tangkis yang memadai, serta sanggar tari dan lain sebagainya. “Padahal, semua fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung semua kegiatan ekstrakurikuler dimaksud,” kata legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Selain itu, ketersediaan alat dan ruang untuk berlatih serta instruktur berbagai jenis ekstrakurikuler yang berkualitas, termasuk alat seni, musik dan sains menurutnya juga merupakan bagian yang dibutuhkan oleh pihak sekolah dan menjadi suatu keharusan yang harus dipenuhi. “Hal ini penting, dengan maksud untuk memastikan bahwa, siswa mendapatkan bimbingan yang tepat dan dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal,” ujar wakil rakyat asal dapil Katingan I, yang meliputi wilayah Kecamatan Katingan Hilir, Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan ini.
Kesimpulannya, DPRD berharap dengan penuh, fasilitas ekstrakurikuler dapat diakses oleh seluruh siswa, tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi mereka. Karena, hal ini untuk memastikan bahwa sekolah-sekolah di Kabupaten berjuluk bumi Penyang Hinje Simpei ini, hingga sekolah yang berada di pedesaan atau dengan keterbatasan anggaran, juga memiliki fasilitas ekstrakurikuler yang memadai.
Sehubungan dengan itu, mantan jurnalis ini meminta kepada Pemkab Katingan melalui Disdik setempat agar mencarikan solusi, bagaimana sekiranya semua sekolah di Katingan ini dapat memiliki fasilitas semua jenis ekstrakurikuler yang dibutuhkan oleh calon-calon pemimpin masa depan ini.
“Sehingga, selain ilmu di sekolah yang didapat, mereka juga dapat mengembangkan minat dan bakat, prestasi akademik dan membentuk karakter yang positif,” harap pria berlatar belakang ilmu pendidikan ini. (red)














