MARABAHAN, teladankalimantan.com-
Warga Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola) menginginkan penanganan sampah di tempat mereka benar-benar tertangani, sehingga lingkungan bersih dan asri.
Rahmadi, salah satu warga Desa Semangat Karya mengatakan, masih ada di beberapa titik di lingkungan mereka sampah tidak tertangani sehingga menimbulkan bau tidak sedap.
“Parahnya lagi keberadaan sampah tersebut berada dipinggir jalan,” ujarnya, Senin (30/12/2024).
Dia berharap, dinas terkait bisa secepatnya menangani sampah di lingkungan permukiman warga agar keberadaaannya menjadi bersih.
Hal senada juga diungkapkan Ibrahim, tumpukan sampah di dekat terminal Handil Bakti juga menjadi keluhan warga karena tidak semuanya terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).
“Hal ini tentunya sangat mengganggu warga karena di depan atau beseberangan tumpukan sampah tidak terangkut itu ada warung makan. Kasihan pengunjung dan pemilik warung terganggu bau dari tumpukan sampaj,” terangnya.
Dia berharap, kedepan dengan kepemimpinan baru bisa mengatasi masalah sampah di Handil Bakti.
Sebelumnya, pada acara jumpa pers Hati Jadi ke-56 Batola Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batola, Abdi Maulana mengatakan, penanganan sampah di Kecamatan Alalak ada permasalahan pihaknya hadapi.
Pertama, sebut dia, karena personil pengangkut sangat terbatas dan armada truk juga terbatas saat ini.
“Jumlah truk pengangkut sampah hanya 17 buah. Itu karena adanya tambahan pengadaan satu truk dan bantuan dari DLH Kalsel,” terangnya.
Jumlah angkutan tersebut, jelas dia, masih kurang karena melihat luas wilayah Batola.(red)














