BANJARBARU,taladakalimantan.com-Wali Kota Banjarbaru, HM Aditya Mufti Ariffin mengatakan, pertumbuhan penduduk di Kota Banjarbaru cukup tinggi dikarenakan migrasi dan menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Namun, untuk pertumbuhan karena kelahiran di Banjarbaru tidak begitu tinggi,” ujarnya, usai meresmikan pencanangan layanan kesehatan reproduksi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Implan 1 Batang, di Balai Penyuluh KB, Senin (26/02/2024).
Menurut dia, dengan metode KB 1 Batang tersebut mudah-mudahan masyarakat antusias.
“Melalui gerakan ini kita bisa menekan angka pertumbuhan penduduk di Kota Banjarbaru,” harapnya.
Pada hakikatnya, ucap dia, selain mengurangi jumlah penduduk, masyarakat juga lebih fokus untuk mensejahterakan dua anak saja.
“Jenis kontrasepsi ini memiliki keefektifan untuk mempercepat penurunan angka kelahiran dan dalam rangka pemakaian efektif dan aman jangka waktu lama. Disisi lain kasih sayang dan kebutuhan finansial untuk anak bisa lebih dimaksimalkan,” terangnya.
MJKP Implan 1 Batang, papar dia, menawarkan metode kontrasepsi efektif, praktis dan relatife terjangkau bagi perempuan ingin merencanakan keluarga.
Untuk itu, sambung dia, Pemerintah Kota (Prmko) Banjarbaru terus menggelar berbagai program edukasi dan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga.
“Masyarakat Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhaan dan menciptakan generasi lebih sehat dan berkualitas,” demikian tutupnya.
MKJP Implan 1 Batang merupakan solusi inovatif ditawarkan Pemko Banjarbaru untuk meningkatkan kesadaran pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi di kalangan perempuan.
Dalam upaya mengurangi angka kelahiran tidak direncanakan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, langkah tersebut dianggap sangat strategis.(red/medcenbjb)













