BANJARMASIN,Teladankalimantan.com-
Wakil Bupati Barito Kuala (Wabup Batola) Herman Susilo menyebutkan, Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percapatan Penurunan dan Pencegahan Stunting Tahap II melibatkan semua komponen di Kabupaten Batola.
“Dari Kepala Puskesmas, Kepala SKPD, BAZNAS, kecamatan, PPL KB dan lainnya,” ujar Herman Susilo, selepas membuka acara Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Batola, di salah satu hotel Banjarmasin, Rabu (15/10/2025).
Menurut dia, acara tersebut dibagi dua bagian, pertama rapat koordinasi, acara kedua audit tentang percepatan penanganan stunting di Batola.
“Permasalahan yang ada di Kabupaten Batola, khususnya stunting ini secara program kita sudah ada peningkatan dari segi tinggi badan dan berat badan,” ucap wabup.
Tapi targetnya dari hampir 1.000 orang terkena stunting, jelas dia, sudah tertangani sekitar 250 orang dan hal tersebut perlu dicarikan solusi.
“Banyak solusi-solusi atau program-program di desa dengan irisan-irisan stunting dan ini mau kita kerjasama,” ungkapnya.
Jadi terget untuk penaganan 250 orang terkena stunting itu, sebut dia, bisa lebih ditingkatkan lagi jumlahnya.
“Terlebih lagi dengan anggaran terbatas di tahun 2026, maka kita perlu ambil langkah-langkah agar program dari pusat bisa berjalan lebih baik dan tanggunjawab terhadap anak di Batola bisa diatasi juga,” tegas Herman Susilo.
Terpisah, Sekda Batola H Zulkipli Yadi Noor mengungkapkan, Rakor Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Batola tersebut merupakan bentuk evaluasi kinerja selama ini.
“Dari hasil diskusi tadi terlihat ada beberapa hal kita tindaklanjuti dalam rangka supaya capaian penurunan dan pencegahan stunting di Batola bisa lebih baik,” tegasnya.
Untuk saat ini, terang H Zulkipli Yadi Noor, angka stunting di Batola berada pada urutan empat atau relatif sedikit dan kedepannya pihaknya berharap lebih meningkatkan lagi penurunan stunting maupun pencegahannya.
Sementara, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Barito Kuala (DPPKBP3A Batola) dr Hj Azizah Sri Widari mengungkapkan, pihaknya menyelenggarakan Rakor Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Batola tersebut untuk kedua kalinya.
“Rapat kedua ini mengevaluasi kinerja Tim TP3S di awal tahun ini dan merencanakan untuk rembuk stunting di tahun ini di kecamatan dan desa,” terangnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, untuk kecamatan rentan kantong stunting di Batola berada pada Kecamatan Tabukan, Jejangkit dan Tabunganen.
“Hal itu disebabkan karena akses air bersih dan sanitasinya. Harapan kami kita ingin menurunkan stunting dan jangan lagi naik karena posisi kita sudah bagus,” tandas dr Hj Azizah Sri Widari.
Pertama, tegas dia, pihaknya menjaga jangan sampai naik lagi stunting di Batola dan kedua berkolaborasi dengan SKPD terkait karena stunting tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Dinas Kesehatan atau DPPKBP3A tapi oleh semua stakeholder juga organisasi wanita, kepemudaan, keagamaan dan lainnya.(red)















