MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Ustadz H Ahmad Fadliani dari Banjarmasin dalam tausyiah di Haul H Maidi dan Hj Arbayah orangtua H Bahrul Ilmi sekaligus Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, di Desa Tatah Mesjid, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengungkapkan, sebagai orangtua wajib menanyakan kepada anak mau kawin atau tidak bila umur sudah memasuki 18 tahun.
“Pertanyaan itu tidak saja kepada anak laki-laki saja, namun terhadap anak perempuan demikian juga,” ujar Ustadz H Ahmad Fadliani, dihadapan ribuan warga, Minggu (22/09/2024).
Namun, menurut dia, ada juga orang kawin di usia 25 tahun mencontoh baginda rasul, karena usia 25 tahun usia paling baik.
“Usia 25 tahun pikiran yang mampu dikendalikan jadi bagus kawin diusia 25 tahun,” ungkapnya.
Ada juga, sebut dia, seseorang kawin diusia cukup tua diusia 50 meniru wali kutub.
“Seperti Abdul Kadir Zailani kawin diusia 50 tahun,” ungkapnya.
Begitu juga, jelas dia, ketika salah satu orangtua meninggal dunia, baik itu ayah atau ibu, maka diwajibkan anak-anaknya menanyakan kepada orangtua.
“Ketika ditinggal suami empat bulan 10 hari, maka anak wajib menanyakan kepada ibunya mau kawin atau tidak,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, dia mengingatkan, kepada warga yang hadir agar mencari pasangan agar tidak jauh terpaut usia atau seusia.
Lebih lanjut dia mengemukakan, setelah orang habis akad nikah biasanya dilaksanakan sembahyang ba’da nikah dua rakaat.
Kemudian, dia berpesan, apabila suami mau bepergian maka sang istri melepas dengan do’a dan senyuman.
Di kesempatan itu, Ustadz H Ahmad Fadliani juga mendoakan kepada H Bahril Ilmi dikabulkan segala hajat dunia maupun akhirat.
“Berkat doa orang banyak mudah-mudahan hajat beliau dikabulkan Allah SWT. 40 orang saja berkumpul sama seperti satu wali, ini banyak sekali orangnya, mudah-mudahan apa yang beliau inginkan Allah kabulkan dengan berkat bakti memuliakan orangtua,” harapnya diaminkan ribuan warga.

Senentara, salah satu Tokoh Masyarakat Batola, H Bahrul Ilmi mengucapkan terimakasih kepada Guru Jaro atau KH Ahmad Sanusi Ibrahim dan Ustadz H Ahmad Fadlian dan warga Desa Tatah Mesjid serta tamu undangan.
“Mudah-mudahan apa yang beliau sampaikan pada hari ini kita bisa mengambil hikmah-hikmah yang dan bisa kita amalkan,” ucap CEO PT Teladan Makmur Jaya.(red)














