BANJARMASIN,Teladankalimantan.com-Bagi Kelompok Usaha Kecil Kerupuk Haruan (Gabus) dan Udang Khas Kalimantan Rahmatul, di Jalan Kuin Utara RT07 Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan usaha pembuatan kerupuk tersebut sudah ditekuni mereka puluhan tahun silam terus berjalan dan mampu menjadi penghasilan keluarga berkat adanya sentuhan dari CSR PT Pertamina.
Bahkan, tidak sebatas itu saja kelompok usaha kecil bernama Rahmatul terdiri dari delapan rumah usaha kerupuk tersebut tetap mampu bertahan produksinya meski saat pandemi COVID-19 melanda negeri ini.
Rusmaniah, salah satu usaha rumah kerupuk Yani masuk Kelompok Kerupuk Haruan (Gabus) dan Udang Khas Kalimantan Rahmatul, di Jalan Kuin Utara RT07 Banjarmasin Utara mengatakan, usaha kerupuk ditekuninya sudah hampir 35 tahun lalu dan tetap bertahan hingga saat ini.
“Sebelum usaha saya lakukan ini sangat sederhana dan produksinya tidak seperti sekarang ini. Setelah adanya bantuan peralatan dari PT Pertamina, Alhamdullillah meningkat,” ujar Rusmaniah, ketika ditemui di rumahnya, Selasa (14/10/2025).
Menurut wanita paruh baya ini, untuk proses pembuatan kerupuk sebelum adanya bantuan peralatan, untuk merebus bahan-bahan kerupuk menggunakan kayu bakar.
“Namun, setelah adanya bantuan peralatan bisa menggunakan kompor biasa dan kompor gas. Bahkan, menyimpan ikan maupun kerupuk sudah berbentuk setengah jadi ada kulkas dan prezer bantuan PT Pertamina usaha kerupuk miliknya semakin berkembang,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, bantuan dari PT Pertamina itu hanya tiga tahun, setelah itu tidak berlanjut lagi.
“Alasan tidak lagi membantu karena PT Pertamina bergantian kepada UMKM lainnya,” katanya dengan totok logat asli Banjar.
Diutarakaannya, untuk produksi kerupuk gabus dan udang selama empat hari biasanya mampu menghasilkan 70 kilogram apabila tidak hujan dan dibantu mesin untuk adonannya.
“Apabila musim hujan jumlah produksinya dikurangi karena terkendala menjemur,”terangnya.
Lebih lanjut dia mengemukan, untuk hasil produksi kerupuk miliknya dipasarkan ke Kalimantan Tengah (Kalteng) dan kota lainnya di Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Alhamdullillah kerupuk kami ini sudah ada empat langganan tetap dari Kalteng sebulannya bisa membeli masing-masing langganan sekitar 30 sampai 50 kilogram drngan harga perkilonya sekitar Rp70 ribu . Sedangkan langganan di Kota Banjarbaru sampai 60 kilogram,” tegasnya.
Kemudian, sambung dia, dari kegiatan usaha kerupuk tersebut mampu mempekerjakan enam orang dengan sistem penggajian sesuai jumlah hasil kerja mereka.
“Bahkan, saat pandemi COVID-19 kami masih bisa memproduksi kerupuk walaupun produksi dan penjualannya menurun,” demikian tutup Rusmaniah.

Terpisah, Kelompok Kerupuk Haruan (Gabus) dan Udang Khas Kalimantan Rahmatul, di Jalan Kuin Utara RT07 Banjarmasin Utara Tuti Herwati mengungkapkan, usaha kerupuk ditekuninya sudah 15 tahun lalu.
“Dipilihnya kerupuk haruan (gabus) karena ikan tersebut melimpah dan harganya masih murah,” ucap Tuti Herawati, ketika ditemui, Selasa (14/10/2025).
Diutarakannya, saat ini untuk bahan ikannya sudah tidak seperti dulu lagi melimpah dan harganya berpluktuasi.
“Namun demikian, kami tetap memproduksi, bahkan menambah dengan produk kerupuk udang,” ungkapnya dengan ramah.
Dia mengakui dengan adanya bantuan peralatan dari PT Pertamina berupa kompor, kulkas dan prezer dapat membantu peningkatan hasil produksi dan penghasilan mereka.
“Sayangnya produksi kami menurun akibat pandemi COVID-19, namun usaha kerupuk haruan (gabus) dan udang kami masih bisa tetap bertahan,” paparnya.
“Dari hasil produksi kerupuk ini kami jual ke pelanggan asal Kalteng dan Kalsel,” terangnya.
Khusus di Banjarmasin, sebut dia, pelanggan rutin membeli setiap bulan Rumah Makan Nasi Kuning Cempaka.
“Dalam satu minggu biasanya sebanyak
30 kilogram atau 120 kilogram perbulannya. Untuk harga perkilo kami kenakan antara Rp65 hingg Rp 70 ribu,” terangnya.
Kemudian, tambah dia, saat ini hasil penjualan menurun jika dibandingkan sebelumnya karena adanya persaingan .
“Walau demikian kami masih bisa bertahan karena ada pelanggan tetap. Disini ada delapan rumah produksi kerupuk dibawah Kelompok Kerupuk Haruan (Gabus) dan Udang Khas Kalimantan Rahmatul, di Jalan Kuin Utara RT07 Banjarmasin Utara,” demikian tutupnya.(arianto)















