MARABAHAN, teladankalimantan.com-Tim Pra validasi Geopark Meratus melakukan kunjungan ke Desa Pulau Sewangi untuk melihat langsung pembuatan perahu tradisional yang merupakan kerajinan turun temurun warga desa setempat pada Sabtu (1/6/2024).
Kunjungan tim pra validasi geopark meratus tersebut terdiri dari Kementerian Nasional/ Bappenas, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pusat Survey Geologi, Kementerian ESDM, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Dewan Pakar (Komite Nasional Geopark Indonesia), Badan Pengelola Geopark Meratus, serta Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan.
Kunjungan disambut langsung oleh Kepala Desa Pulau Sewangi Syarifah Saufiah dan jajarannya yang mendampingi secara langsung menuju lokasi Unesco Global Geopark yakni situs Desa Pulau Sewangi di lokasi pembuatan perahu tradisonal. Kegiatan kunjungi juga didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup, Plt Camat Alalak, dan Pordakwis Sewangi.

Diketahui, Desa Pulau Sewangi di Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan mendapat julukan “Desa Kampung Seribu Jukung”, pasalnya, di desa tersebut terdapat kerajinan tradisional masyarakat membuat jukung atau perahu bermesin khas Banjar.
Kepala Desa Pulau Sewangi Syarifah Saufiah, SPd mengatakan, karena keunikan profesi masyarakatnya, tak heran desa ini sering dikunjungi bukan hanya turis-turis lokal melainkan juga turis-turis mancanegara seperti dari Jepang, dan Australia serta negara-negara lainnya.
Karena menjadi pusat pembuatan jukung terbesar yang ada di Kalsel, sehingga kerajinan pembuangan jukung ini mendapat pengakuan dan apreasiasi dari Geopark Meratus Unesco sebagai warisan budaya tradisional yang harus dipertahankan
“Kami sangat bersyukur, setelah dipilih Geopark Meratus Unesco, desa ini semakin dikenal dalam wisata pembuatan jukungnya,” kata Syarifah. (red)














