PELAIHARI, Teladankalimantan.com-Tertarik karena pelanggan tidak dikenakan biaya beban, warga se-Desa Sungai Rasau, Kecamatan Bumi Makmur, Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan memilih menjadi pelanggan prabayar PT PLN.
Sebelum menjadi pelanggan prabayar PT PLN, pelanggan di desa tersebut membayar rekening secara bulanan atau pasca bayar yang mereka nilai cukup merepotkan.
Selain itu, untuk mengontrol biaya tidak bisa dilakukan ditambah adanya biaya beban digunakan atau tidak digunakan.
Sejak Tahun 2022 pelanggan listrik di desa yang penduduknya hampir 80 persen nelayan dan 20 petani itu tak lagi membayar listrik pasca bayar, namun 100 persen pelanggan melalui prabayar.
Salah satu alasan mereka beralih ke prabayar karena PT PLN tidak memberlakukan biaya beban kepada pelanggan.
Seperti diungkapkan Siti Rahma, warga RT09 Desa Sungai Rasau, sebelum menjadi pelanggan listrik prabayar pihaknya menjadi pelanggan listrik pasca bayar.
“Dulu kami memasang listrik prabayar ini gratis dari PT PLN Pelaihari,” ujar Siti Rahma, Rabu (22/10/2025).
Menurut dia, menggunakan listrik prabayar ketika kondisi keuangan dalam keadaan kurang baik biaya listrik bisa dihemat dan biaya beban tidak ada, beda dengan pasca bayar sulit dikontrol biayanya.
“Dari segi pelayanan dari PT PLN sama saja, tidak ada bedanya. Untuk membeli token juga mudah,” ucapnya.
Terpisah, Sekretaris Desa Sungai Rasau Salman mengungkapkan, seluruh pelanggan listrik Desa Sungai Rasau menentukan pilihan mereka ke listrik prabayar atas dasar putusan bersama.
“Sebelum seluruh pelanggan listrik PT PLN berpindah ke prabayar terlebih dulu dirapatkan secara musyawarah,” ungkapnya.
Sejak Tahun 2022 itu lah, terang dia, 100 persen atau sekitar 400 pelanggan listrik PT PLN di desa tersebut beralih ke prabayar.
Menggunakan listrik prabayar, ada satu kendala yang pihaknya temui seperti, ketika token tidak bisa dimasukan ke KWH digitalnya.
“Maka kami harus menunggu petugas PT PLN datang. Kalau waktunya berbenturan dengan wilayah lain, maka harus menunggu giliran,” terangnya.
Selain itu, jelas dia, untuk pemasangan NCB tidak bisa dirubah lagi untuk listrik prabayar.
“Kalau sudah dipasang 450 Watt itu saja tidak bisa dirubah. Sedangkan listrik pasca bayar bisa dirubah,” tandas Salman.
Sedangkan kelebihan listrik prabayar, sambung dia, pencurian listrik tidak bisa lagi dilakukan lagi dan tidak ada biaya beban yang ditanggung pelanggan.
Lebih lanjut dia mengemukakan, untuk pelanggan mendapatkan subsidi biaya listrik prabayar dipastikan murah.
“Pada dasarnya listrik prabayar mudah untuk dikontrol biaya pemakaiannya. Begitu juga rumah ditinggalkan berbulan- bulan bisa dimatikan listriknya tanpa bayar biaya beban,” demikian tutupnya.
Sementara, Manager Unit Layanan Pelanggan PT PLN Pelaihari Rian Marko ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu.
“Sampai saat ini Desa Sungai Rasau saja warganya 100 persen menggunakan layanan listrik prabayar di Kabupaten Tanah Laut,” terangnya.
Karena, sambung dia, di Desa Sungai Rasau tersebut merupakan pembangunan baru dari PT PLN.
“Prabayar inikan listrik pintar dan manfaatnya sangat banyak, salah satunya meter prabayar bisa mendeteksi kalau ada gangguan,” paparnya.
Kemudian, tambah Rian Marko, dengan listrik prabayar tersebut pelanggan bisa memantau dalam satu hari berapa KWH atau rupiah, sehingga kendali ada di pelanggan langsung.(arianto)






















