MARABAHAN,Teladankalimantan.com-
Majelis Shalawat H Bahrul Ilmi di Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola) aktif kembali menggelar Shalawatan dan Tausyiah, di Aula DPC PPP Batola, Sabtu (22/11/2025) malam.
Pertemuan kali kedua ini, Majelis Shalawat tersebut dihadiri langsung H Bahrul Ilmi dan Guru H Akhmad Mubarak, Habaib dan beberapa guru lainnya serta pentausyiah Guru Supian Al Banjari.
Sebelum Guru Supian Al Banjari memberikan siraman rohani kepada jamaah hadir pada malam itu, acara terlebih dulu dimulai dengan Shalawatan bersama dipimpin Guru H Akmad Mubarak.
“Pada pengajian kemarin hadir dua, tiga shab. Alhamdullillah malam ini tambah banyak-tambah banyak. Insya Allah kita mulai kembali, setuju bu? Setuju pak?” ujar H Akhmad Mubarak.
Dari pertanyaan Guru H Akhmad Mubarak itu, dijawab kompak para jamaah dengan setuju.
Menurut beliau, jamaah yang hadir pada malam itu merupakan orang-orang senang Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Nanti kita dapat nasehat-nasehat dari guru kita. Mudah-mudahan bisa kita amalkan apa yang kita dapat dan mudah-mudahan Berkah Shalawat semuanya tambah sehat dan mudah-mudahan rezekinya tambah banyak,” harapnya langsung disambut aamiin dari jamaah.
Dijelaskan Guru H Akhmad Mubarak, rezeki itu menurut H Bahrul Ilmi ada tiga. Pertama yang dipakai, kedua yang dimakan dan ketiga yang disadaqahkan.
“Rezeki pian hari ini duduk di majelis yang mulia ini. Bershalawat kepada nabi yang mulia, itu rezeki yang luar biasa dan tidak ada bandingannya. Alhamdullillah,” ungkapnya.
Sementara, Guru Supian Al Banjari dalam tausyiahnya menguraikan keafdalan menuntut ilmu.
Menurut dia, menuntut ilmu itu lebih afdal dari 1.000 shalat sunat, lebih afdal dari menenguk 1.000 orang sakit dan lebih afdal melayat 1.000 orang meninggal dunia.
Dalam kesempatan itu, Guru Supian Al Banjari juga mendo’akan jamaah dan terkhusus H Bahrul Ilmi disehatkan badan dan dikabulkan segala hajat beliau.
Diakhir acara Guru H Akhmad Mubarak memberikan pertanyaan kepada jamaah terkait dengan isi dari tausyiah Guru Supian Al Banjari.
Bagi jamaah bisa menjawab pertanyaan tersebut diberikan oleh-oleh sebagai motivasi untuk bisa saling berdialog dua arah.(red)


























