Barito Kuala – Suasana Stand Kuliner Baiman mendadak meriah dan riuh saat orang nomor satu di Kabupaten Barito Kuala, Bahrul Ilmi, hadir di tengah masyarakat. Ibu-ibu yang berjaga di stand saling bersahutan penuh antusias ketika melihat Bupati Batola datang langsung untuk menyapa dan membeli jajanan UMKM.
Kehadiran Bupati bukan sekadar kunjungan biasa. Ia secara langsung membeli berbagai jajanan sebagai bentuk dukungan moril kepada para pelaku UMKM yang turut meramaikan pasar Ramadan tersebut.
Salah satu stand yang turut dikunjungi adalah Stand Desa Pulau Sewangi. Stand ini tampak unik dengan miniatur perahu kecil yang dipajang di bagian depan, menarik perhatian para pengunjung. Beragam jajanan tersedia di sana, mulai dari roti tanggui, telur gulung, ayam kentucky, nasi kotak, kue kering hingga air mineral.
Kepala Desa Pulau Sewangi, Syarifah, selaku penanggung jawab stand, mengaku bangga dan terharu atas kunjungan Bupati. Ia menyebutkan, omzet keuntungan yang diperoleh per hari berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta.
“Kuliner Baiman sangat bagus dan memajukan UMKM desa. Ini pertama kalinya ada pasar Ramadan di bawah Jembatan Barito,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil. Meski sempat terkendala cuaca hujan dan angin, pihaknya tetap bertahan membuka stand karena penjualan tetap berjalan.
Bahkan pada hari pertama, warga dari Kalimantan Tengah membeli roti tanggui sebanyak 30 biji dan turut berkeliling ke stand-stand lainnya.
Salah satu warga Alalak, Andi, juga mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kuliner Baiman memudahkan warga Alalak ataupun sekitarnya datang ke pasar Ramadan,” katanya.
Meski demikian, Syarifah juga menyampaikan sejumlah masukan demi perbaikan ke depan.
Ia berharap penerangan atau lampu stand dapat ditambah agar suasana lebih terang dan nyaman. Selain itu, ia mengusulkan agar setiap hari ada kegiatan di panggung, seperti lomba anak-anak, fashion show busana muslim, lomba azan, maupun lomba lagu islami untuk menambah daya tarik pengunjung.
Ia juga menyoroti ukuran meja stand yang dinilai terlalu kecil dan tidak tersedia tempat penyimpanan untuk kompor maupun peralatan lainnya. Syarifah turut mengusulkan adanya doorprize bagi pengunjung dan pemilik stand guna meningkatkan semangat partisipasi.
“Bagi para pengunjung dari SKPD maupun pemerintah, kami berharap wajib membeli jualan di stand, walau cuma satu tidak apa-apa, agar stand-stand laris manis,” tutupnya penuh harap.
Kehadiran Bupati Batola di tengah para pelaku UMKM menjadi penyemangat tersendiri, sekaligus bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap geliat ekonomi masyarakat di bulan suci Ramadan. (dani)
























