MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Peserta Bimbingan Teknik (Bimtek) Literasi Informasi digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Barito Kuala (Disperpusip Batola) merasa senang mengikuti kegiatan tersebut karena selain menambah wawasan juga pengalaman.
Sri Wulandari, salah satu Peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Angkatan I mengungkapkan rasa senang bisa diikutkan Bimtek Literasi Informasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Barito Kuala (Disperpusip Batola).
Menurut tenaga pustaka SDN Antarjaya I Marabahan, dari kegiatan tersebut menambah dan pengalaman dan wawasan Literasi Informasi.
“Harapan saya terhadap hasil didapat dari mengikuti Bimtek Literasi Informasi ini, saya bisa memberikan arahan kepada peserta didik maupun guru di sekolah,” ujar Sri Wulandari, selepas mengikuti materi Bimtek Literasi Informasi, di Aula Gedung Disperpusip Batola, Rabu (16/04/2025).
Supaya dalam penggunaan gadget (perangkat elektronik), ungkapnya, guru dan peserta didik bisa menggunakan dengan baik dan benar serta hal-hal positif.
“Gunakan gadget pada kegiatan positif dan bermanfaat bagi penggunannya,” pintanya.
Terpisah, Abdi Syahbana, guru SMAN 1 Kuripan mengungkapkan, banyak hal didapat dari keikutsertaan Bimtek Literasi Informasi, salah satunya cara membangun literasi untuk siswa SMA.
“Agar anak didik rajin ke perpustakaan, maka bagaimana caranya kita mendesain perpustakaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, dari kegiatan tersebut tentunya Disperpusip Batola bisa menindaklanjutinya dengan memberikan bantuan buku-buku bacaan ke sekolah.
Sementara, Muhammad Norfadilah, duta baca Kabupaten Batola mengungkapkan, ada tiga spesifik yang disampaikan kepada peserta Bimtek Literasi Informasi.
Ketiga hal itu, jelas nara sumber Angkatan II Bimtek Literasi Informasi, pertama literasi baca tulis, kedua literasi digital dan literasi keuangan.
“Literasi baca tulis adalah, seputar membaca artinya bagaimana kita punya minat membaca karena minat baca kita masih kurang dan perlu diperbaiki,” terangnya.
Sedangkan literasi digital, ungkap dia, seputar pengetahuan digital dan sekarang ini semua digital, sehingga harus bisa menguasai teknologi digital.
“Tadi penekanannya pada informasi karena sekarang ini informasi lebih mudah kita dapat dan dari informasi itu tidak semuanya benar,” tandasnya.
Kemudian, sambung Muhammad Norfadilah, fokus dari materi itu peserta mengetahui informasi benar dan tidak benar.
“Sedangkan litersi keuangan kita berikan dasarnya saja. Salsh satunya peserta bisa mengetahui mana pinjaman online legal dan ilegal,” demikian tutupnya.(red)















