MARABAHAN, teladankalimantan.com-Berbekal dengan pengalamannya di organisasi maupun partai politik, Akhmad Muzakir yang sehari-hari berprofesi sebagai kepala Madrasah atau Pondok Pesantren MIS Al Manar, Barito Kuala merasa terpanggil turut membawa aspirasi masyarakat guna membangun Kalimantan Selatan lebih baik lagi ke depan.



Sosok muda yang sehari-hari memimpin Ponpes Al Manar yang memiliki jumlah santri kurang lebih 10 ribu ini, dikenal dengan kesahajaannya. Tak Heran jika, putra dari pasangan Ayah (Alm) Ustad M Ramli Asra dan Ibu Syukirayatu memiliki gagasan yang lebih menekankan pengembangan SDM, kemajuan pada sektor keagamaan, kesehatan masyarakat, dan pembinaan generasi muda.

Di sektor keagamaan misalnya, Akhmad Muzakir akan membuat program Cinta Alquran, satu kecamatan satu tahfiz. Kemudian di bidang Kesehatan masyarakat, akan mendorong pemerintah membangun fasilitas Mandi cuci Kakus (MCK) masyarakat yang ada di daerah daerah pelosok.
Selain itu, dirinya juga mendukung serta mendorong terbukanya ruang publik bagi kalangan milenial untuk lebih berkreasi dan berinovasi, serta mendorong terciptanya lapangan kerja dengan program siap kerja untuk milenial dan mayarakat desa.
Kiprahnya di bidang politik dan organisasi seperti pernah duduk sebagai pengurus PAC PKS dan PAC PPP dan pengurus KNPI Batola, serta AMPI Kabupaten Batola menjadikan modal, Akhmad Muzakir berniat untuk membangun Kalimantan Selatan yang Sehat, Humanis, dan Religius. (red)














