MARABAHAN, teladankalimantan.com-Ribuan Jemaah dari berbagai desa di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, menghadiri majelis salawat dan pengajian rutin yang berlangsung di aula DPC PPP Batola, Handil Bakti, Alalak, Kamis malam (25/5).
Selain dihadiri ketua DPC PPP Batola DR H Bahrul Ilmi dan istri Hj Noorhayati serta keluarga, pengajian juga dihadiri para habib antara lain Habib Anies Bhalgaits Ba’alawy, guru agama, tokoh masyarakat serta jajaran DPC PPP Batola.
Sebagaimana biasa kegiatan ini diawali dengan pembacaan salawat yang dipimpin oleh Guru Ahmad Mubarak. Salawat dan puji-pujian kepada Rasulullah terus bergema seiring dengan antusiasnya para jemaah yang menandakan kecintaan kepada Rasulullah.


Di sela acara, Ketua DPC PPP Batola DR H Bahrul Ilmi juga berkesempatan memotivasi para jamaah khususnya anak-anak yang datang ke pengajian untuk giat melapazkan dan menghapal surah surah dalam Alquran. “Semoga mereka menjadi anak yang soleh dan solehah, dan bermanfaat bagi sesama,” doa Haji Bahrul Ilmi.
Sementara itu, dalam pengajian tersebut, pentauziah KH Abdulah Sani mengupas tema tentang bersuci dari hadast terutama dalam urusan beristinja. Menurut Guru Abdulah Sani, Allah SWT tidak akan menerima amal ibadah seorang hamba kecuali dengan suci. Urusan istinja itu wajib, misalnya saat buang air besar maupun air kecil, yang terpenting adalah beniat. “Walaupun sudah bersih, yang penting suci dengan menjalankan rukun istinja yakni beniat dalam hati,” katanya.

Guru Abdulah Sani menceritakan sebuah hadits Rasulullah yang diriwayatkan Ibnu Hibban; Dari Abu Hurairah, ia berkata: Kami berjalan bersama Rasulullah, maka kami melewati dua kuburan. Maka berhenti Nabi, maka kami pun berhenti bersama Nabi. Maka berubah warna wajah nabi sampai bergetar lengan gamisnya.
Maka kami bertanya: Ada apa ya Rasulallah? Maka Rasulullah menjawab: Apakah kalian tidak mendengar apa yang aku dengar? Maka kami bertanya lagi; Apa yang engkau dengar wahai nabi?
Menjawab Rasulullah: Di sini ada dua orang lelaki yang sedang diazab keduanya di dalam kuburannya dengan azab yang teramat sangat berat karena dosa yang dianggap ringan. Kami bertanya: karena dosa apa Rasulullah?
Rasul menjawab; Yang satu orang tidak beristinja dari kencingnya, dan yang satunya karena menyakiti orang lain dengan lisannya, dan berjalan di antara manusia dengan mengadu domba.
Kemudian Nabi meminta diambilkan untuk dua kuburan itu pelepah kurma. Kemudian nabi menaruh tiap pelepah kurma itu di tiap kubur tersebut satu-satu. Kami bertanya: Apa bermanfaat itu Rasulullah? Rasul menjawab: ya, akan diringankan azabnya atas dua lelaki dikubur ini selagi kedua pelepah kurma masih basah (belum kering). (red)














