MARABAHAN,teladankalimantan.com-
Bupati Barito Kuala (Batola), H Bahrul Ilmi bersama Sekretaris Daerah Batola, H Zulkipli Noor Yadi didampingi Kepala Dinas PUPR Batola, Dinas Lingkungan Hidup Batola dan Dinas DPKAD Batola meninjau kondisi dan keberadaan UPT Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tabing Rimbah, Minggu (16/03/2025).

Dari pantauan di lapangan, bupati sekda dan kepala dinas turun langsung ke beberapa titik yang menjadi perhatiannya.
Bahkan, dari peninjauan itu, orang nomor satu di Bumi Ije Jela juga melakukan perbincangan dan perhitungan serius dengan petugas lapangan dan operator alat pencacah kertas maupun plastik bekas.
Hingga tak luput dari perhatian bupati adalah, timbangan sampah digunakan TPA Tabing Rimbah untuk mengetahui volume sampah sebelum masuk ke lokasi TPA tersebut.
“Pada hari ini kami bersama pa bupati menijau TPA Tabing Rimbah. Kami tidak hanya melihat peluang untuk meningkatkan kafasitas di sini agar bisa menampung sampah-sampah selanjutnya,” ujar Sekda Batola, H Zulkipli Yadi Noor, selepas meninjau TPA Tabing Rimbah.
Menurut dia, perencanaan Pemka Batola tidak hanya satu dua tahun, namun sampai 10 tahun ke depan.

“Tadi sudah kita bicarakan, mungkin nanti ada tindaklanjut untuk sesegeranya merealisasikan itu,” ungkap sekda.
Selain itu, jelas dia, pihaknya bersama bupati meninjau fasilitas yang ada di TPA Tabing Rimbah, termasuk pengelolaan sampah yang ada, pemilahan seperti apa.
“Pa bupati tadi memberikan arahan bagaimana melakukan efektivitas, efesiensi kegiatan disini, sehingga betul-betul pemilahan sampah dan lain sebagainya bisa memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya untuk Kabupaten Batola,” terangnya.
Sementara, Bupati Batola, H Bahrul Ilmi mengatakan, pada intinya pihaknya semangat menanggulangi masalah sampah di daerah tersebut.
Dijelaskannya, penanggulangan sampah sudah menjadi hal utama dan tidak bisa membiarkan masalah tersebut terus berkelanjutan.

“Untuk itu kita memotivasi para petugas dan dinas terkait agar masalah sampah ini benar-benar tertangani lebih serius,” tegasnya.
Karena di Indonesia, ungkap bupati, hingga saat ini penanganan masalah sampah belum terwujud sepenuhnya.
“Jadi kita bermacam-macam upaya untuk menanggulangi sampah ini. Salah satu kita inginkan ke depan Kabupaten Batola bisa menjadi contoh pengelolaan sampah terbaik,” harap bupati.
Untuk itu, ajak H Bahrul Ilmi, semua elemen masyarakat dan pemerintah bersama-sama berjuang agar keinginan tersebut bisa terwujud.

Terpisah, Kepala UPT TPA Tabing Rimbah, Sarjoko mengungkapkan, sampah diangkut dari TPS-TPS ke TPA ada sekitar 40 ton perhari.
“Rata-rata sampah organik dan non organik yang kita ambil dan nantinya kita lakukan pemilahan,” terangnya.
Setelah dilakukan pemilahan, sambung Sarjoko, residunya diantar ke TPA Banjarbakula.
“Untuk TPA Tabing Rimbah atau DLH Batola saat ini hanya bisa mengangkut sampah di 13 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada di Batola. Ada empat kecamatan belum bisa tertangani,” demikian tutupnya.(red)















