MARABAHAN,Teladankalimantan.com-
Sekretaris Daerah Barito Kuala (Sekda Batola) H Zulkipli Yadi Noor memimpin apel lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola), sekaligus menyampaikan Sosialisasi Anti Korupsi dan Manajemen Aparatur Sipil Negara (Seleksi Terbuka Jabatan Tinggi Pratama dan Manajemen Talenta), di halaman Kantor Bupati setempat, Senin (29/09/2025).
Dalam sambutannya, Sekda Batola H Zulkipli Yadi Noor menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) atas kedisiplinan mengikuti apel rutin setiap hari Senin.
Dia menegaskan, sikap positif itu harus terus dijaga serta menjadi teladan dalam menciptakan pelayanan publik yang semakin prima.
“Disiplin dan komitmen ASN merupakan kunci terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” ucapnya.
Sekda juga menyoroti pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2025.
“Survei ini bertujuan mengukur risiko korupsi di daerah sekaligus mengevaluasi dampak upaya pencegahan korupsi telah dijalankan,” ucapnya.
Zulkipli menyampaikan, nilai SPI Batola dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan, yakni: 79,29 pada tahun 2022 (zona hijau/terjaga), 75,21 pada tahun 2023 (zona kuning/waspada), 73,20 pada tahun 2024 (zona kuning/waspada), hanya terpaut 0,2 menuju zona merah.
Tiga Komponen Responden SPI KPK 2025, sebut dia, berupa komponen internal (ASN Pemda Batola) dengan jumlah populasi 1.035 ASN, target sampel 410 ASN terealisasi 511 ASN sudah mengisi.
Meskipun target responden sudah terpenuhi, ungkap dia, ASN yang menerima WA blast resmi dari KPK tetap diharapkan berpartisipasi, agar hasil survei lebih valid dan wajar secara statistik.
Sedangkan komponen eksternal, terang dia, masyarakat penerima layanan SKPD dengan jumlah populasi 1.484 orang, target sampel 421 orang, terealisasi 107 responden (19,71 persen).
SKPD yang memberikan layanan publik, jelas dia, diminta lebih aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat penerima layanan agar bersedia mengisi kuesioner SPI, baik melalui link website maupun barcode sudah disampaikan ke masing-masing SKPD.
Selanjutnya, sambung dia, komponen eksper (tenaga ahli) berisikan responden dari unsur auditor (BPK, BPKP, KPK), jurnalis, advokat, DPRD, aparat penegak hukum (kejaksaan, kepolisian, pengadilan), pengusaha dan BUMD dengan jumlah populasi 35 orang, terealisasi: 80 persen responden sudah terpenuhi.
“Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama. Dukungan penuh ASN, masyarakat, dan para pemangku kepentingan sangat penting untuk meningkatkan kembali nilai SPI Batola,” tegasnya.
Dalam arahannya, Sekda menekankan tiga agenda penting yang menjadi tindak lanjut rekomendasi SPI KPK yakni, penguatan integritas dan sosialisasi anti korupsi.
“ASN diminta menjauhi praktik penyalahgunaan wewenang, gratifikasi serta benturan kepentingan,” tegasnya.
Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, sambung dia, dilaksanakan secara transparan, objektif dan akuntabel untuk melahirkan pejabat yang profesional, berintegritas dan visioner.
Lebih lanjut dia mengrmukajan, manajemen talenta ASN merupakan sistem yang menyiapkan ASN terbaik secara berjenjang untuk menduduki posisi strategis berbasis prestasi, bukan kedekatan.
“Tiga agenda ini adalah kunci menuju birokrasi yang bersih, kompeten dan melayani,” tegasnya.
Mengakhiri sambutan, Sekda mengajak seluruh ASN agar terus menjaga kebersamaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Semoga pelayanan yang kita berikan dapat menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan di Kabupaten Barito Kuala. Mari kita jadikan integritas sebagai budaya kerja sehari-hari,” tutupnya.(rex/ben/diskominfo batola)














