MARABAHAN, teladankalimantan.com-Bagi Akhmadi, warga Desa Anjir Serapat Lama, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola) berusaha sekam padi mampu menafkahi keluarga hingga menyekolahkan anak-anaknya.
“Usaha sekam padi sudah saya ditekuni setahun lalu,” ujar Akhmadi, ketika ditemui, Sabtu (17/02/2024).
Berawal dari perkenalannya dengan peternak ayam ras dari Kabupaten Tanah Laut, ayah tiga putra ini mendapatkan pesanan 10.000 karung sekam padi.
“Awal usaha ini ketika ada teman meminta pesanan sekam padi untuk menutupi lantai kandang ayam,” ungkapnya.
Harga per karung sekam padi tersebut, terang dia, dihargai temannya Rp 7 Ribu per karung.
“Dari harga Rp 7 ribu tersebut sudah termasuk harga karung dan sekam padi,” terangnya.
Lain harganya kalau sekam padi di antar ke tempat, papar dia, harganya dikenakan Rp 10 ribu per karung.
Setiap bulan, papar dia, ada saja pesanan sekam padi, baik itu dari Tanah Laut dan Palangkaraya, Kalteng.
“Pesanan per bulan bisa lebih 10.000 karung,” katanya.
Untuk mencukupi permintaan sekam padi dalam jumlah banyak, papar dia, dirinya mencari tambahan kerjasama dengan beberapa penggilingan padi di wilayah Batola.
“Sekam padi ini saya beli juga di delapan penggilingan padi di Batola dan kami sudah bekerjasama,” tandasnya.
Dari usaha sekam padi tersebut, dia mengungkapkan, mampu membiayai kehidupan keluarganya.
“Pada intinya seperti apapun bisnis kita jalankan, terpenting halal dan tidak merasa minder,” demikian tutupnya.(red)















