MARABAHAN, teladankalimantan.com- Ribuan warga Desa Tatah Masjid, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola) menghadiri Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1445 H dan Haul Abah Guru Sekumpul di Mesjid Arrahmaannurahhiim, jum”at (19/1/2024).
Ketua Panitia Pelaksana H Bahrul Ilmi mengucapkan terimakasih kepada warga yang hadir dan minta maaf apabila ada kekhilafan maupun kekurangan dari pelaksanaan Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan Haul Abah Guru Sekumpul.


Mengawali tausyiah, KH Fakhruddin (Guru Tungkal) mengucapkan terimakasih atas waktu dan kesempatan diundang menghadiri memperingarti Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
Selanjutnya dalam tausyiahnya, dia mengutarakan, apapun alasannya dan setua apapun, sembahyang lima waktu tidak boleh ditinggalkan.
“Kalau tidak bisa sembahyang berdiri bisa duduk. Duduk tidak bisa berbaring, berbaring tidak bisa pakai kedip mata, dan terakhir pakai hati,” ujarnya.
Guru Tungkal memaparkan, hati seseorang adalah sopir kehidupan.
“Baik atau tidak cakap kita, baik atau tidak perbuatan kita, baik atau tidak prasangka kita dan baik apa tidak penilaian kita pada orang lain tergantung hati,” terangnya.
Makanya diantara para aulia Allah, sebut dia, selalu baik sangka kepada orang.

“Kalau buruk sangka itu, jadinya buruk sangka juga,” ucapnya.
Jadi ibarat mobil, sambung dia, baik tidaknya seseorang tersebut tergantung sopirnya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, hati harus dipelihara dan hati harus dijaga daripada berbagai penyakit hati.
“Penyakit hati yang berbahaya itu selalu tamak dengan dunia. Mengejar dunia sampai terlupa beribadah,” tandasnya.(ton).














