MARABAHAN, teladankalimantan,com-Ribuan kader Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Barito Kuala (PPP Batola) dimotori Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Batola H Bahrul Ilmi mengikuti Desiminasi Strategi Pengelolaan dan Pengawasan Keuangan Haji dan Sosialisasin Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445 Hijriah, GOR Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Sabtu (3/2/2024).
H Indra Gunawan, Sekretaris Jenderal Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengatakan, saat sekarang daftar haji dikenakan biaya sebesar Rp25 juta.
“Kalau ibu-ibu menabung Rp70 sehari dari 1 Januari hingga 31 Desember uangnya lebih dari Rp25juta, lebih” terangnya.

Menurut dia, awalnya biaya berangkat haji Indonesia itu Rp105 juta dengan perjuangan DPR-RI turun menjadi Rp 94,3 juta, sehingga selisihnya Rp10,7 juta.
“Sekarang turun lagi dari Rp94,3 juta sebesar Rp37 juta, sehingga menjadi Rp57, 3 juta,” ujarnya.
Dengan uang daftar haji Rp 25 juta, terang dia, maka calon jemaah haji tinggal menambah sebesar antara Rp31 hingga 32 juta.
“Bagi yang sudah nabung selama tiga tahun uang daftar hajinya Rp25 juta, BPKH rata-rata diberikan diskon lagi sebesar Rp300 sampai 400 ribu pertahun,”terangnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, diberlakukannya kebijakan tersebut oleh BPKH dimulai sejak tahun 2018 dan saat sudah mengantri berangkat haji 5,3 juta orang.
” Dari 3 juta jemaah haji itu, penduduk Indonesia mendapat 271 ribu orang setiap tahunnya,” tandasnya.

Sementara, H Syaifullah Tamliha,SPi MS, anggota Komisi VIII DPR-RI mengatakan, DPR-RI sebagai pengawas penyelenggaraan haji akan meninjau semua kegiatan jamaah haji.(red).














