BANJARMASIN, teladankalimantan.com–Ribuan masyarakat menghadiri haul ke 25 KH M Sholeh Bin H Mahmud yang berlangsung di Alalak Utara RT 07, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu malam (10/11).
Warga yang datang bukan hanya warga sekitar melainkan juga warga dari luar daerah seperti Batola, dan kabupaten lainnya di Kalsel. Ribuan warga yang hadir tampak memadati jalan hingga menuju kubah atau lokasi makam KH M Sholeh Bin H Mahmud.

Maulid habsyi dan puji-pujian kepada Rasulullah yang dilantunkan grup Ar Raudhah Saka Permai pimpinan Guru Anis dari Banjarmasin menggema mengiringi rangkaian peringatan haul guru M Sholeh Bin H Mahmud.
Acara tersebut juga dirangkai dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Qory Ahsinul Haqqin Ayubi yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan manaqib KH M Sholeh Bin H Mahmud.

Dalam peringatan haul tersebut tampak hadir para alim ulama, guru-guru agama, para habib, dan sejumlah tokoh masyarakat di antaranya, tokoh masyarakat Batola DR H Bahrul Ilmi SH MH.

Haul ke 25 Guru M Sholeh Bin H Mahmud diisi dengan tauziah yang disampaikan oleh KH Muhammad Amin Shamad yang menyampaikan tema tentang orang-orang soleh dan dicintai oleh Allah SWT.
“Kita berharap dan berdoa kepada Allah SWT semua yang hadir malam ini menjadi wujud cinta kita kepada Rasulullah, dan menjadikan kita orang-orang soleh serta dicintai oleh Allah SWT,” katanya.

Dikatakannya, KH M Sholeh Bin H Mahmud sebagaimana dalam manakibnya, disebutkan beliau adalah orang yang taat kepada Allah SWT. Beliau adalah seorang wali Allah yang begitu taat dan tidak ada sedikitpun maksiat kepada Allah SWT. Sepanjang hidupnya hanya mencurahkan segala-galanya kepada Allah SWT.
Menurut Amin Samad, ciri wali Allah ada tiga, di antaranya, pertama alim, dan tidak jahil, dan ini terdapat dalam diri beliau (KH M Sholeh Bin H Mahmud) yang gigih dalam menuntut ilmu, serta membimbing masyarakat dengan ilmu agama yang mendalam. Kemudian yang kedua, hati bersih, saling mendukung dan saling mendoakan.
“Untuk itu, marilah kita mengambil berkah dalam peringatan haul ini. Semoga dosa2 kita diampuni, diberkahi dunia dan akhirat, hidup dalam keadaan beriman, dan mati dalam keadaan khusnul khotimah, dengan berkah junjungan kita Rasulullah”.
Usai tauziah, acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan do’a oleh Habib Muhammad Anies Bhalgaits Ba’awaly.
Dalam manakibnya yang dibacakan Guru H Muhammad Sarwani serta mewakili pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada para jamaah yang hadir mengikuti peringatan haul guru yang dicintai, Guru M Sholeh Bin H Mahmud.
Disebutkan, Guru M Sholeh Bin H Mahmud lahir di Desa Alalak Besar, Kecamatan Alalak Utara, pada 1331 H. Pada masa kecilnya di bawah bimbingan kedua orangtuanya, beliau merupakan anak yang taat dalam melaksanakan ajaran agama, dan taat kepada kedua orangtuanya.
Selain bejalar agama, beliau juga rajin membantu kedua orangtuanya bercocok tanam. Beliau menjalani kehidupan dengan suasana senang dan gembira serta hanya mengharap ridha Allah SWT. Kedua orangtuanya sangat disiplin dalam menanamkan ilmu agama, untuk menjadikan beliau insan yang bermanfaat bagi sesama.
Beliau menikah dengan Hj Halimah dan mendapatkan empat orang anak. Setelah istri pertama meninggal beliau kemudian menikah lagi dengan Hj Ihram, namun tidak memiliki keturunan.
Kegigihannya dalam menempa ilmu agama dilakukan belajar dari satu guru ke guru lainnya menjadikan beliau seorang yang taat dan tawadhu. Sejumlah gurunya antara lain, Guru KH Abdus Syukur, Teluk Tiram dengan mengaji Ilmu Nahwu, dan Guru H Marwan untuk memperdalam Alquran.

Setelah merasa cukup, beliau kemudian membuka pengajian dan pelajaran agama di madrasah-madrasah dengan mengajar kitab Nahwu, Fiqih, Tauhid, dan Tasawuf.
Dalam kehidupan sehari-harinya, beliau menerapkan hidup sederhana, sehingga menjadikan beliau bersifat tawadhu. Sosok Guru M Sholeh Bin H Mahmud tidak memandang status seseorang, setiap orang yang menemui beliau selalu mendapat perlakuan yang sama.
Disebutkan dalam manakib, ciri fisik beliau yakni berperawakan sedang, kulit putih kuning, berbicara cukup jelas dan berwibawa.
Pada tahun 1962, Guru M Sholeh menunaikan rukun Islam yang ke lima, berangkat bersama umat muslim untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah. Setelah cukup lama berdakwah, pada tahun 1998 beliau wafat menghadap sang Ilahi. (red)














