PULANG PISAU, teladankalimantan.com—Antrean panjang kendaraan terjadi di Jalan Trans Kalimantan Poros Selatan tepatnya di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, dalam beberapa minggu belakangan.
Antrean terjadi lantaran ada dua titik di ruas jalan tersebut yang kini tengah alami perbaikan.
Puluhan kendaraan khususnya roda empat tampak antre menunggu giliran untuk melewati ruas jalan tersebut. Kendaraan bukan hanya mobil minibus melainkan juga truk pengangkut sembako dan bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi titik yang alami perbaikan hanya bisa dilalui satu arah baik kendaraan yang menuju ke Banjarmasin maupun ke Kota Palangka Raya.
Di lokasi, jalan yang alami perbaikan kondisinya berdebu serta menyempit, sehingga sangat membahayakan para pengguna jalan. Saat melalui jalur tersebut sopir harus ekstra hati-hati.
Sejumlah pengguna jalan yang berada di lokasi mengaku hampir berjam-jam menunggu antrean terutama saat lalu lintas padat.

Untuk mengurai kemacetan, sejumlah petugas baik dari pihak kontraktor perbaikan jalan serta instansi terkait lainnya seperti Dishub dan Polda Kalteng berusaha agar antrean kendaraan tidak parah.
Sementara itu, pada Senin (9/10), personel Ditlantas Polda Kalteng melakukan pengaturan lalu lintas bersama Satlantas Jajaran Polres Pulang Pisau.
Direktur Lalu Lintas Polda Kalteng Kombes Pol R.S. Handoyo, S.I.K., M.Si melalui Kasat Lantas Polres Pulang Pisau AKP Nurhadi mengatakan penyebab terjadinya kemacetan tersebut dikarenakan adanya proyek perbaikan jalan, sehingga dalam mengurai kemacetan tersebut pihaknya menggunakan sistem tutup buka arus.
Ia menambahkan, pihaknya juga sudah berupaya mengurai kemacetan yang terjadi, dimana sebelumnya arus lalu lintas di Desa Tumbang Nusa ini mengalami kemacetan yang membuat kendaraan dua arah, baik dari pulpis ke Kota Palangka Raya dan juga sebaliknya tidak dapat bergerak atau (macet total) hingga memakan waktu beberapa jam.
“Untuk itu di mohon kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk tetap bersabar dan berhati-hati. Dengan mematuhi arahan dari petugas di lapangan, demi mecegah adanya kemacetan yang lebih panjang lagi,” pungkasnya. (red/ist)














