MARABAHAN, teladankalimantan.com—Buka puasa bersama Majelis Bahrul Ilmi yang berlangsung di aula DPC PPP Batola, Handil Bakti, Alalak, Barito Kuala pada Sabtu, (6/4/2024) menghadirkan pentauziah yang sudah tak asing lagi yakni Guru Adi Rahman.
Di hadapan ratusan jamaah yang ikut dalam acara berbuka puasa tersebut, Guru Adi Rahman dalam tauziahnya, menyampaikan salah satu hikmah orang berpuasa di Bulan Ramadan, yakni melatih sifat tenggang rasa atau sifat peduli terhadap sesama.
“Yang namanya lapar dan haus itu kada nyaman (tidak enak), kita mungkin termasuk orang yang berada, dan bisa makan dan minum, cuma waktunya menunggu maghrib. Sedangkan di luar sana, ada orang-orang miskin dan fakir yang tidak tahu kapan bisa makan dan minum,” kata Guru Adi.
Menurut Guru Adi, puasa ini mendidik untuk menimbulkan rasa kepedulian dengan orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ada rasa kasih sayang dengan orang-orang tadi, lalu diajari oleh agama untuk bersifat pemurah dan penuh kasih sayang.
Kemudian lagi, di antaranya hikmah puasa ini adalah melatih diri untuk bersifat jujur.

“Orang yang puasa atau tidak, itu yang tahu hanya Allah SWT dan dirinya saja, dan kita
tidak bisa menebak orang ini puasa atau tidak, Cuma kita dianjurkan untuk sangka baik, artinya jangan sampai kita memalukan seseorang yang tidak puasa,” ucapnya.
Yang dianjurkan dalam agama, adalah mengharapkan semoga suatu saat Allah SWT memberikan taufik dan hidayah Nya kepada orang tersebut agar ke depan mau puasa yang betul.
Guru Adi Rahman menambahkan, hadir di tempat kebaikan seperti saat ini berbuka puasa bersama yang di situ menghimpun orang-orang beriman dalam kebaikan seperti syair maulid dibaca, silaturahmi ada, saling mendoakan ada, kemudian saling mengingatkan ada, Allah SWT menurunkan rahmat dan kasih sayang Nya di situ.
“Jadi jangan pernah memutuskan asa seseorang untuk berbuat kebaikan,” imbuhnya.
Oleh karena itu, dirinya mengingatkan jangan pernah kita di tempat kebaikan, di waktu kebaikan, dan di posisi mengerjakan kebaikan merasa baik dari orang lain.
Kemudian yang terakhir, sifat pemurah kita juga dilatih, seperti yang dilakukan oleh Sohibul Majelis H Bahrul Ilmi yang membukakan orang berpuasa.
“Kata Rasulullah SAW, orang yang membukakan puasa, semakin banyak pahala, dan pahalanya ditulis berapa jumlah orang yang hadir,” pungkasnya.
Acara buka puasa bersama tersebut turut dihadiri Ketua DPC PPP Batola DR H Bahrul Ilmi dan istri Hj Noorhayati, Habib Muhammad Anies, Guru Mahmudin, serta para Habib.
Sebagaimana biasa acara juga dirangkai dengan sholat Maghrib, Isya, dan Sholat Tarawih berjamaah. (red)














