BANJARMASIN,teladankalimantan.com-
Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto menegaskan, pentingnya menjaga stabilitas mata uang dan transformasi ekonomi nasional sebagai wujud kedaulatan negara.
Presiden juga mengapresiasi kinerja Bank Indonesia (BI) bersinergi dengan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Prabowo Subianto menyerukan, kerja sama lintas sektor untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, dengan menegaskan,
“Mari bersama semua unsur di semua bidang dengan semua keahlian, kita harus bekerja dalam satu kesatuan. Kita yakin kita akan mencapai apa yang kita cita-citakan,” kata Presiden RI Prabowo Subianto, salam siaran pers, Senin (02/12/2024).
Selaras dengan arahan Presiden, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo memaparkan optimisme perekonomian nasional di tengah tantangan global.
Menurut dia, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada di kisaran 4,8-5,6 persen, meningkat menjadi 4,9-5,7 persen pada 2026.
Inflasi, ungkap dia, diperkirakan tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1 persen pada 2025 dan 2026, berkat sinergi kebijakan moneter, fiskal dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Gubernur Bank Indonesia juga menegaskan, pentingnya transformasi ekonomi melalui digitalisasi, pendalaman pasar keuangan dan penguatan ekonomi hijau.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Bimo Epyanto menegaskan, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia dan mitra strategis di Kalsel menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan mempercepat transformasi ekonomi.
“Perekonomian Kalsel diperkirakan tetap solid dengan inflasi terkendali dalam sasaran. Meski begitu, kita harus waspada terhadap dinamika global seperti geopolitik, perubahan iklim dan tantangan lainnya,” ujarnya.
Dia mengapresiasi berbagai pencapaian penting Kalsel di tahun 2024, seperti keberhasilan menjadi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik tingkat provinsi dan Kota Banjarmasin dinobatkan sebagai TPID terbaik tingkat kota se-Kalimantan.
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pihak. Program-program seperti padi apung dan cabai apung serta inovasi dalam forum diskusi seperti Obrolan Pagi Seputar Inflasi (OPSI) telah membuktikan efektivitas strategi kita dalam menjaga stabilitas harga,” tambahnya.
Sejalan dengan paparan Deputi Kepala Perwakilan, Staf Ahli Bidang Ekonomi Setdaprov Kalsel, Agus Dyan Nur menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel menggarisbawahi pentingnya kolaborasi untuk mempertahankan capaian tersebut dan menghadapi tantangan lebih kompleks pada 2025.
“Kami mengapresiasi sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah. Kerja sama ini terbukti tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga mendukung langkah strategis Kalsel dalam mendukung ketahanan pangan dan percepatan digitalisasi,” tandasnya.
Dia menekankan, komitmen pemerintah daerah dalam program cetak sawah baru selaras dengan kebijakan nasional dan pentingnya memperkuat keberlanjutan sektor ekonomi hijau.
“Transformasi ekonomi hijau bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan. Proyek seperti PLTA di Tanah Bumbu dan pengembangan limbah B3 di Banjarbakula merupakan contoh nyata keberhasilan kita dalam mengarahkan pembangunan rendah karbon. Hal ini perlu terus diperluas agar kita menjadi pelopor di Indonesia,” demikian tambahnya.
BI Kalsel menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024, dengan mengusung tema Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian PTBI di Kantor Pusat Bank Indonesia Jakarta, dengan arahan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dan paparan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.(red/ril)














