PEKANBARU, teladankalimantan.com – Polisi menyelidiki penyebab ledakan di kilang minyak PT Pertamina Internasional Unit II Dumai, Jalan Putri Tujuh.
Kilang minyak milik perusahaan pelat merah itu meledak pada Sabtu (1/4) sekitar pukul 22.45 WIB.
“Kami lakukan penyelidikan kenapa hal itu bisa terjadi, kami akan lakukan bersama pihak-pihak terkait lainnya,” kata Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal di Pekanbaru, Minggu (2/4) sebagaimana yang dilansir JPNN.
Dari informasi yang dia terima dari Kapolres Dumai, api dapat dipadamkan dalam kurun waktu kurang 20 menit.
Setelah Polres Dumai mengamankan lokasi dan melakukan pendataan, diketahui ada sembilan orang yang mengalami luka-luka.
“Ada sembilan orang yang luka-luka ringan. Dua sudah pulang ke rumah, tujuh masih dirawat secara intensif,” lanjutnya.
Mantan Kadiv Humas Polri itu akan langsung ke lokasi kejadian untuk menemui masyarakat dan memastikan tidak ada lagi gejolak.
“Saya akan bergerak ke Dumai untuk meyakinkan kondisi sosial tidak bergejolak. Memang sempat ada gejolak, tetapi dengan pendekatan yang baik Kapolres Dumai, walikota, dan tokoh masyarakat akhirnya berhasil kondusif kembali,” ucap Irjen Iqbal.
Kapolda Riau Irjen Iqbal menyebut jajarannya menyelidiki penyebab ledakan kilang minyak Pertamina di Dumai. Dia juga akan ke lokasi.
Melansir data McKinsey Energy Insights (2020), diketahui, kilang minyak besar di Asia Tenggara memproduksi ratusan ribu barel dalam sehari.
Berikut daftarnya: Kilang Jurong ExxonMobil, Singapura (592.000 barel minyak/hari), Kilang Pulau Bukom Shell, Singapura (500.000 barel minyak/hari), Kilang Cilacap Pertamina, Indonesia (348.000 barel minyak/hari), Kilang Sriracha Thai Oil (PTT), Thailand (307.000 barel minyak/hari), Kilang Rapid Petronas, Malaysia (300.000 barel minyak/hari).
Kilang Pulau Merlimau Singapore Petroleum (Chevron/CNPC), Singapura (290.000 barel minyak/hari), Kilang Map Ta Phut PTTGC (PTT), Thailand (282.000 barel minyak/hari), Kilang Balikpapan Pertamina, Indonesia (260.000 barel minyak/hari), Kilang Map Ta Phut IRPC (PTT), Thailand (215.000 barel minyak/hari), Kilang Nghi Son, Vietnam (200.000 barel minyak/hari).
Meski tak masuk dalam deretan kilang besar di Asia Tenggara, beberapa kilang lainnya di Indonesia juga memproduksi ratusan ribu barel dalam sehari dan masuk dalam kategori kilang besar, berikut daftarnya;
Kilang Dumai Pertamina, Kepulauan Riau (170.000 barel minyak/hari), Kilang Plaju Pertamina, Sumatera Selatan (134.000 barel minyak/hari), Kilang Minyak Putri Tujuh, Riau (127.000 barel minyak/hari), Kilang Balongan Pertamina, Jawa Barat (125.000 barel minyak/hari). (red)














