BANJARMASIN, teladankalimantan.com-
Menyikapi maraknya kasus mabuk diduga akibat konsumsi kecubung yang viral di sejumlah wilayah, khususnya di Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan (Kalsel), Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) melalui Direktorat Resnarkoba segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi dan mencegah penyebaran kasus tersebut.
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi dalam pernyataannya, Minggu (14/07/2024) menyampaikan, beberapa langkah konkret akan diambil sebagai respons terhadap fenomena tersebut.
Menurut dia, Direktorat Resnarkoba Polda Kalsel juga melakukan penindakan terhadap seorang inisal M (47) diduga merupakan pengedar obat berwarna putih tanpa merk dan logo diduga di konsumsi para korban berupa barang bukti sebanyak 20 ribu butir, saat ini telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.
Barang bukti tersebut, jelas dia, dibawa ke labfor untuk diketahui kandungan didalamnya.
Selain itu, sambung dia, Direktorat Resnarkoba Polda Kalsel bersama Polresta Banjarmasin juga melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap para korban AR dan S dengan hasil korban *TIDAK* mengkonsumsi kecubung melainkan memakan obat putih tanpa merk dan logo sebanyak dua hingga tiga butir.
Terkait viralnya video sejumlah warga yang mabuk saat ini, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi menjelaskan, tidak semua video yang viral disebabkan oleh efek kecubung.
“Ada video orang mabuk alkohol, namun dibikin judul ‘Mabuk Kecubung’, kemudian ada video lomba burung di Kabupaten Batola juga diberi judul ‘Akibat Konsumsi Kecubung’,” terangnya
Untuk itu, sambung dia, Polda Kalsel mengimbau agar masyarakat bijak bermedia sosial dan tidak mengonsumsi obat-obatan tanpa merk yang tidak di ketahui kandungannya atau produk dari pohon kecubung karena dapat menimbulkan efek negatif pada tubuh.
“Langkah-langkah ini diambil untuk mengatasi dan mencegah penyebaran kasus mabuk diduga akibat pil putih serta untuk melindungi masyarakat dari bahaya konsumsi obat-obatan tanpa izin dan kontrol yang tepat,” demikian tutupnya.(red/ril)














