MARABAHAN,Teladankalimantan.com-
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) menggelar pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batola Masa Bakti 2025–2030, di Aula Selidah Marabahan, Sabtu (18/10/2025).
Ketua PMI Kalimantan Selatan H Gusti Iskandar SA dalam sambutannya menyampaikan, pelantikan tersebut merupakan bagian dari konsolidasi organisasi yang terus dilakukan PMI untuk memperkuat peran kemanusiaan di daerah.
“Palang Merah Indonesia didirikan sejak 17 Maret 1945 dan menjadi organisasi sosial kemanusiaan yang terus berperan aktif dalam berbagai peristiwa penting bangsa, mulai dari masa kemerdekaan hingga saat ini,” ujarnya.
Dia juga menekankan, pentingnya kesinambungan organisasi PMI di setiap daerah agar pelayanan kemanusiaan tidak terhenti.
“Pelantikan ini tidak hanya seremonial, tapi bentuk komitmen kita untuk terus bergerak membantu masyarakat, kapan pun dan di mana pun dibutuhkan,” tambahnya.
H Gusti Iskandar turut menyinggung peran besar PMI Batola dalam menghadapi pandemi COVID-19 serta penanganan bencana banjir di wilayah Kalimantan Selatan.
“Batola adalah salah satu daerah andalan dalam aksi kemanusiaan PMI. Dari mitigasi, penyuluhan hingga bantuan sosial, pengurus dan relawan di sini selalu siap siaga,” ungkapnya.
Dia juga menjelaskan, inovasi PMI dalam pembentukan Tim Task Force PMI, tim tanggap bencana yang siap bergerak dalam waktu 24 jam.
“Setiap kabupaten kini memiliki tim Task Force yang menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana,” jelasnya.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus PMI Batola periode sebelumnya dan menitipkan harapan kepada pengurus baru agar terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri serta masyarakat.
Sementara itu, Bupati Barito Kuala dalam sambutannya dibacakan Wakil Bupati Batola sekaligus Ketua PMI Batola Herman Susilo menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas amanah diberikan tersebut.
“PMI adalah organisasi kemanusiaan yang tak lepas dari semangat para relawan. Saya pribadi merasa terhormat menjadi bagian dari wadah ini karena latar belakang saya pun dari dunia relawan dan keselamatan,” tuturnya.
Herman juga mengajak seluruh pengurus baru untuk menjadikan PMI sebagai tempat pengabdian dan amal jariyah.
“Kita bekerja bukan semata karena tugas, tapi karena mencari ridha Allah SWT,” ucapnya.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia PMI di daerah, mengingat potensi bencana di Barito Kuala cukup tinggi, mulai dari kebakaran, angin puting beliung, hingga banjir.
“SDM harus kita siapkan. Minimal keterampilan dan kesiapsiagaan kita harus terus diasah,” tegasnya.
Selain itu, Herman juga menyinggung rencana PMI Barito Kuala untuk mendirikan Unit Transfusi Darah (UTD) agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan donor darah.
“Selama ini kebutuhan darah di Barito Kuala masih tinggi. Insyaallah dengan dukungan PMI Provinsi dan Pemerintah Daerah, kita bisa wujudkan UTD agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” jelasnya.
Herman juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung PMI Batola dan berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan baik.
“Mari kita jadikan PMI sebagai ladang pengabdian, tempat kita menebar manfaat, dan memperkuat semangat kemanusiaan di Barito Kuala,” pungkasnya.
Pelantikan pengurus baru tersebut ditandai dengan prosesi penandatanganan berita acara dan pengucapan ikrar dipimpin langsung Ketua PMI Provinsi Kalimantan Selatan H Gusti Iskandar SA, sekaligus penyematan PIN dan penyerahan panji PMI.
Kegiatan tersebut dihadiri Forkopimda Batola, Ketua Dewan Kehormatan PMI Batola, pengurus PMI Kalimantan Selatan, para kepala SKPD serta insan pers.(red/ben/diskominfo Batola)














